Dompu (suarantb.com) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB menargetkan 122 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Dompu keluar dari kemiskinan ekstrem melalui Program Desa Berdaya tahun 2026. Mereka ini berada di 2 desa yang menjadi sasaran Program Desa Berdaya tahun 2026, yaitu Desa Saneo Kecamatan Woja dan Soritatanga Kecamatan Pekat.
Wakil Gubernur NTB, Hj Indah Damayanti Putri, SE, MIP dalam kunjungannya di Kabupaten Dompu, Minggu (1/3/2026) meninjau langsung Desa Saneo. Didampingi Bupati Dompu, Bambang Firdaus, S.E., Wagub mendatangi beberapa rumah warga yang akan menjadi sasaran Program Desa Berdaya.
Selain memastikan program rehab rumah untuk KK miskin ekstrem, juga menyerahkan bingkisan santunan. “Nanti rumahnya akan direhab. Untuk sementara nanti, tinggal dulu sama keluarga sampai kita selesai rehab rumahnya,” ungkap mantan Bupati Bima dua periode ini.
Di Desa Saneo, ada 31 KK yang akan menjadi sasaran program rehab rumah untuk KK miskin ekstrem. Di Desa Soritatanga ada 91 KK yang diintervensi.
Kepala DPMPD Dukcapil Provinsi NTB, Ir. H. Lalu Hamdi, MSi., yang ikut mendampingi Wakil Gubernur NTB menyampaikan, Program Desa Berdaya ini menyasar kepada keluarga miskin ekstrem. Intervensi yang dilakukan dengan skema tematik dan skema transformatif. Skema tematik melalui bantuan keuangan kepada pemerintah desa.
Skema transformatif melalui pendampingan dan pemberdayaan agar keluar dari status keluarga miskin ekstrem. Seperti memfasilitasi agar mendapat perlindungan dan pelayanan sosial. “Ketika dia tidak dapat bansos, kita harus usahakan dapat bansos. Ketika belum ada kartu BPJS, kita usahakan dapat kartu BPJS. Ketika rumahnya tidak layak, kita upayakan supaya jadi layak,” jelasnya.
Pada sisi lain melalui pemberdayaan untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusianya. “Kita akan bimbing dia supaya bisa memperoleh mata pencaharian yang produktif dan berkelanjutan. Kita akan damping dan bimbing selama dua tahun,” jelasnya. (ula)


