Giri Menang (suarantb.com) – Puluhan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lombok Barat (Lobar) terdata berada di Arab Saudi, salah satu yang ikut terdampak perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran. Tujuh negara dikabarkan ikut diserang, yaitu Bahrain, Irak, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Suriah.
PMI yang ada di negara tersebut pun diimbau tetap tenang dan berkomunikasi dengan KBRI yang ada di masing-masing negara untuk mendapatkan penanganan. Sekretaris Dinas Perindustrian, Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Lobar Atmayadi, S.Pd., M.Kes.,mengatakan terkait situasi perang AS-Israel dengan Iran, sudah ada imbauan dari kementerian maupun KBRI bagi PMI atau WNI yang berada di tiga negara maupun negara-negara yang terdampak perang.
“Sudah ada nomor kontak di KBRI di masing-masing negara yang bisa dihubungi kaitan dengan WNI atau PMI yang ada di negara-negara tersebut,” kata Atmayadi, Senin (2/3/2026).
Pihaknya melakukan koordinasi dengan BP2MI dan Kementerian terkait langkah antisipasi agar PMI Lobar yang ada di negara tersebut segera mendapatkan penanganan jika diperlukan.
Kepla Bidang Tenaga Kerja Wardhatul Ainy, mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan perusahaan pengerah tenaga kerja untuk menanyakan PMI yang ada di luar negeri. Ada juga informasi bahwa sementara ini, PMI atau WNI belum boleh pulang dari negara tempatnya merantau.
Lebih lanjut disebutkan, PMI Lobar yang tercatat resmi berangkat di luar negeri mencapai 4.212 yang orang. Yang berada di negara terdampak perang, seperti di Arab Saudi sebanyak 38 orang. Masing-masing 26 orang laki-laki dan 12 orang perempuan. Sedangkan ada juga di negara Turki sebanyak tujuh orang, masing-masing empat perempuan dan tiga laki-laki.
Dari total PMI tersebut, didominasi penempatan di Malaysia. Untuk tahun ini, sudah ada PMI yang diberangkatkan. Namun pihak Dinas hanya membuat rekomendasi, belum tentu PMI ini berangkat walaupun sudah dibuatkan rekomendasi. Data PMI yang berangkat pun mesti diminta ke BP3MI, tidak seperti dulu PMI yang sudah berangkat terlihat datanya. “Kalau sekarang beda aplikasinya, kita harus nanyak ke BP3MI,” sebutnya. (her)


