Mataram (Suara NTB) – Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM Kota Mataram, Jimmy Nelwan tidak berhenti berinovasi. Dua program unggulan telah dirancang yakni, Kampung Batik dan Spot UMKM di masing-masing kecamatan. Program ini bertujuan meningkatkan perekonomian masyarakat Kota Mataram. “Program unggulan saya ada dua. Kampung batik dan spot kuliner UMKM,” sebutnya ditemui di ruang kerjanya pekan kemarin.
Batik Mentaram sebenarnya program yang bagus untuk kearifan lokal, sehingga Kota Mataram memiliki ciri khas daerah. Konsep Kampung Batik telah ditawarkan ke Ketua TP PKK Kota Mataram, Hj. Kinnastri Mohan Roliskana dan disambut baik. Hal ini dapat terintegrasi dengan Bros Mentaram yang telah memiliki hak cipta.

Pasca mendapatkan persetujuan, ia berkoordinasi dengan kecamatan untuk mengusulkan satu kelurahan sebagai pilot projek. “Saya mencoba lebih dalam lagi Batik Mentaram bisa dimiliki oleh semua kalangan,” terangnya.
Saat ini kata dia, harga Batik Mentaram yang diproduksi oleh satu satu sekolah kejuruan masih mahal bagi masyarakat. Lahirnya Kampung Batik Mentaram ini, bisa memperluas produksi dan semua kalangan dapat memiliki kerajinan tangan masyarakat Kota Mataram tersebut. “Jadi nanti dibuat sesuai kualitas, sehingga masyarakat Kota Mataram bisa memiliki batik mentaram,” katanya.
Kampung Batik akan dibangun di enam kelurahan sesuai rekomendasi dari kecamatan. Pihaknya akan memberikan pelatihan dan bantuan alat bagi pembatik Kota Mataram.

Setelah Batik Mentaram berkembang tidak menutup kemungkinan kata Jimmy, akan berkoordinasi dengan perbankan. Tujuannya agar pembatik mendapatkan modal. Mantan Kadis Arpusda Kota Mataram, melihat pasar batik sangat bagus. Artinya, masyarakat memiliki minat tinggi terhadap batik untuk menghadiri acara formal. Ia juga tidak menutup kemungkinan bekerja sama dengan perancang busana terkenal di NTB. “Perancang busana sebenarnya sudah mengenalkan Batik Mentaram, sehingga sudah melalang buana sampai level internasional karena dirancang oleh desainer ternama di NTB,” jelasnya.
Pekerjaan rumah agar batik ini digemari kata dia, pembatik harus memperhatikan kualitas.
Program unggulan kedua lanjut Jimmy, yakni spot kuliner UMKM. Ia melihat pelaku UMKM di Kota Mataram mencapai 12.400 lebih yang telah memiliki nomor induk berusaha. Pihaknya akan memberikan pelatihan dan mendorong agar mereka meningkatkan usahanya, agar lebih besar dan berkembang.
Spot Kuliner UMKM dinilai sangat penting di Kota Mataram. Tujuannya, agar masyarakat terutama wisatawan yang datang ke Ibukota Provinsi NTB ini, tidak kebingungungan mencari makanan atau kuliner khas. “Saya sudah minta kecamatan untuk memetakan dimana lokasi UMKM untuk dijadikan lokasi berjualan,” terangnya.
Dari aspek infrastruktur seperti pembangunan gerbang, tenda serta fasilitas lainnya akan disiapkan. Jimmy menegaskan, dua program prioritas ini memiliki tujuan menumbuhkan ekonomi masyarakat. Pemerintah menyadari bahwa UMKM menjadi tonggak pertumbuhan ekonomi serta berpotensi menyerap lapangan pekerjaan dan melahirkan kearifan lokal.
Oleh karena itu, ia berharap produk olahan UMKM harus memiliki kualitas yang bagus untuk bersaing dengan produk olahan dari luar Kota Mataram. “Kualitas itu nomor satu, supaya bersaing di pasaran,” tegasnya.
Dua program unggulan Dinas Perindustrian dan Koperasi ini merupakan perwujudan dari visi-misi pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram, dari aspek meningkatkan kemandirian ekonomi dan daya saing. (cem)


