spot_img
Senin, Maret 2, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWA BARATSiapkan SDM Instruktur BLK Taliwang

Siapkan SDM Instruktur BLK Taliwang

Taliwang (Suara NTB) – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumbawa Barat secara bertahap akan mengirimkan personil untuk mengikuti pelatihan instruktur dan tenaga pelatihan yang diselenggarakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI.

Kepala Disnakertrans KSB, Slamet Riadi mengatakan, pengiriman personil untuk kegiatan pelatihan instruktur dan tenaga pelatihan itu merupakan langkah strategis dalam persiapan operasional Balai Latihan Kerja (BLK) KSB.

“Jadi begitu selesai bangunannya akhir tahun. Kita sudah punya personil instruktur dan tenaga pelatihan yang akan mengawal berbagai kegiatan pelatihan di BLK kita nanti,” cetus Slamet.

Menteri Tenaga Kerja Yassierli sebut Slamet sebelumnya, telah menjanjikan untuk memfasilitasi Pemkab KSB dalam menyiapkan operasional BLK. Penyiapan sumber daya manusia (SDM) pengelola dinilai salah satu prioritas. “Pak Menteri saat bertemu Bupati sudah sampaikan agar menyiapkan SDM pengelola BLK bisa dimulai sekarang juga,” papar Slamet.

Dalam menyiapkan calon instruktur dan tenaga pelatihan itu, pihaknya akan melakukan penjaringan internal. Aparatur sipil negara baik yang memiliki minat menjadi instruktur berbagai keterampilan kerja dapat bergabung. “Tahap awal ini kami coba rekrut PNS atau PPPK dulu. Berikutnya baru dari umum, karena menjadi instruktur itu belum bisa menjadi pekerjaan yang rutinitas,” bebernya.

Slamet menuturkan banyak pelatihan keterampilan yang diadakan oleh Kemnaker, untuk mencetak instruktur baru setiap tahunnya. KSB kata dia, akan mengirimkan calon-calon instruktur menyesuaikan dengan kebutuhan pelatihan BLK KSB nantinya.

“Di awal ini kita akan kirim calon instruktur welding (pengelasan), operator alat berat dan berikutnya instruktur hospitality kemudian instruktur penyiapan PMI berbasis negara tujuannya,” beber mantan sekretaris DPMD KSB ini.

SDM pengelola khususnya instruktur pelatih, dikatakan Slamet menjadi hal vital yang harus disiapkan untuk menjamin operasional BLK. Ia mengungkap, salah satu kegagalan sistem pengelolaan BLK di banyak daerah selama ini karena ketiadaan instruktur pelatih yang secara otonomi dimiliki oleh BLK tersebut.

“Tidak usah jauh. Kita contohnya hari ini. Kita punya BLK tapi setiap mau adakan pelatihan, bahkan untuk yang rutin kita harus cari instrukturnya dulu,” imbuhnya.(bug)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO