spot_img
Rabu, Maret 4, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA BIMAData Sekolah Kondisi Rusak Berat

Data Sekolah Kondisi Rusak Berat

Kota Bima (Suara NTB) – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Bima (Dikpora) mulai bergerak memetakan kondisi riil sejumlah sekolah sebagai bagian dari persiapan program revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan tahun anggaran 2027. Langkah ini dilakukan untuk memastikan usulan perbaikan benar-benar berdasarkan kebutuhan di lapangan.

Kepala Dikpora Kota Bima, Drs. H. Mahfud, mengatakan pihaknya turun langsung meninjau beberapa sekolah yang masuk dalam kategori rusak ringan hingga berat. Fokus utama diarahkan pada bangunan yang dinilai sudah tidak layak digunakan serta sekolah yang belum tersentuh anggaran revitalisasi pada 2025 dan 2026.

“Kami bersama jajaran melakukan pemantauan ke beberapa sekolah. Ini masih berproses. Yang jelas yang kami sasar adalah sekolah yang rusak berat atau sudah tidak layak lagi digunakan, serta sekolah yang belum mendapatkan anggaran revitalisasi 2025 dan 2026,” katanya, pada Selasa, 3 Maret 2026.

Sejumlah sekolah yang telah dipantau antara lain SDN 59 Rasa Lewi Jambu, SDN 22 Jatiwangi, dan SDN Kabanta. Di lokasi tersebut, tim meninjau langsung ruang kelas, ruang guru, hingga fasilitas pendukung lainnya untuk memastikan tingkat kerusakan serta kebutuhan perbaikan.

Menurut Mahfud, verifikasi lapangan menjadi kunci agar perencanaan revitalisasi tidak sekadar berbasis laporan administrasi, tetapi sesuai dengan kondisi sebenarnya. “Pendataan ini penting agar program revitalisasi tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan sekolah,” ujarnya.

Data hasil pemantauan akan menjadi dasar penyusunan skala prioritas usulan yang nantinya diajukan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun anggaran pemerintah pusat. Proses pendataan masih berlangsung dan akan menjangkau sekolah lain berdasarkan data kerusakan yang telah dihimpun.

Meski belum merinci jumlah total sekolah yang akan diusulkan, Mahfud memastikan tahapan pendataan dilakukan secara bertahap dan menyeluruh. Pemerintah daerah berharap perbaikan sarana pendidikan dapat menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman, sekaligus mendorong peningkatan mutu pendidikan di Kota Bima secara berkelanjutan. (hir)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO