Taliwang (Suara NTB) – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) resmi bersurat kepada Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran (BP3MI) NTB, meminta fasilitasi pemulangan Tiara Salwa dari negara Libya.
Permohonan dilayangkan atas permintaan keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Tepas, Kecamatan Brang Rea tersebut. Setelah sebelumnya, oknum sponsor yang memberangkatkan Salwa secara ilegal ke negara Libya tidak dapat memulangkan sebagaimana yang dijanjikan.
“Terakhir janjinya kan tanggal 28 Februari sudah ada kejelasan, Salwa mereka (sponsor) pulangkan. Tapi mereka tidak tepati juga. Maka hari ini kami resmi bersurat ke BP3MI minta difasilitasi pemulangan Salwa sekaligus melaporkan mereka,” terang kepala Disnakertrans KSB, Slamet Riadi, Selasa, 3 Maret 2026.
Pada surat yang turut disampaikan kepada Dirjen Protokol dan Konsuler Kemendagri serta Dubes RI di Tripoli itu, Disnakertrans KSB mengurai kronologi persoalan yang dihadapi Tiara Salwa sehingga tertahan di Libya. Salwa diketahui setidaknya menghadapi tiga persoalan, mulai dari paspornya ditahan pihak agensi, menghadapi tuntutan ganti rugi atas pemutusan kontrak sepihak hingga persoalan izin keluar dan denda keimigrasian.
Menurut Slamet, hal-hal yang menjadi kendala pemulangan Tiara Salwa itu sebelumnya tidak dapat dipenuhi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI). Meski telah beberapa kali diberi kesempatan oleh keluaga lewat penyelesaian secara kekeluargaan. “Kita juga kan terbatas kewenangannya sehingga kita fasilitasi lewat BP3MI. Dan ke depan prosesnya BP3MI lah yang akan mengupayakannya,” ujarnya.
Terhadap perusahaan yang memberangkatkan Tiara Salwa, Slamet pun memastikan pihak keluarga akan menempuh jalur hukum. Kata dia, pelaporan resmi ke BP3MI NTB sekaligus menjadi pintu pembuka bagi keluarga untuk melaporkan oknum perusahaan tersebut ke aparat penegak hukum.
“Kami bersama kepolisian yang memfasilitasi sejak awal sudah sarankan laporkan. Tapi kan maunya pakai jalur keluarga dulu. Nah, sekarang sponsornya itu ingkar, jadi kekuarga Salwa siap melaporkannya ke polisi,” kata Slamet.
Dalam surat laporannya ke BP3MI NTB, Disnakertrans KSB mencantumkan ada tiga nama sponsor yang ditengarai bertanggung jawab terhadap proses rekrutmen Tiara Salwa. Mereka adalah HS, ZN dan ML.
Diungkap Slamet, ketiga orang ini memiliki peran masing-masing dalam proses perekrutan Tiara Salwa. ML dan ZN sebagai pihak perekrut lapangan, sementara Hps merupakan orang yang memiliki jaringan langsung pengiriman PMI dengan agensi di Libya. “Nah ibu Hps alias ibu IH ini katanya jaringannya kuat karena jaringannya sudah langsung ke agensi di Libya sana,” ungkap Slamet.(bug)


