spot_img
Rabu, Maret 4, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK TIMURKadis Dikbud Lotim Tekankan Pengawas Bukan Sekadar Administratif

Kadis Dikbud Lotim Tekankan Pengawas Bukan Sekadar Administratif

Selong (suarantb.com) – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lombok Timur, M. Nurul Wathoni, melantik delapan orang pengawas sekolah di lingkungan Dinas Dikbud Lotim. Pelantikan yang berlangsung di kantor Dinas Dikbud itu turut dihadiri oleh Kepala BKPSDM Lombok Timur, Ugi Lusianto, serta Sekretaris Dinas Dikbud, Lalu Bayan Purwasdi.

Dalam sambutannya, M. Nurul Wathoni menegaskan bahwa posisi pengawas sekolah memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya peningkatan kualitas layanan pendidikan di Lombok Timur. Ia meminta para pengawas yang baru dilantik untuk tidak hanya menjalankan fungsi administratif semata.

“Pengawas bukan sekadar menjalankan fungsi administratif, tetapi juga menjadi mitra strategis dinas dalam membina dan memastikan mutu pendidikan terus meningkat,” ujarnya di hadapan para pengawas dan undangan, Rabu (4/3/2026).

Nurul Wathoni mengungkapkan bahwa tenaga pengawas di Lombok Timur saat ini masih jauh dari kata ideal. Menurutnya, Dinas Dikbud Lotim membutuhkan sekitar 170 orang pengawas untuk dapat menjalankan fungsi pengawasan secara optimal. Namun, jumlah yang tersedia saat ini masih kekurangan sekitar 80 orang.

“Karena itu, kami mendorong para guru dan kepala sekolah yang memiliki pengalaman serta kompetensi memadai untuk dapat mengambil peran sebagai pengawas pendidikan,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Kadis Dikbud juga menyampaikan pesan dari Bupati Lombok Timur agar para pengawas yang baru dilantik dapat menjalankan tugas dengan penuh amanah, dedikasi, loyalitas, dan integritas. Hal ini dinilai penting demi mendorong kemajuan pendidikan di daerah yang dijuluki Bumi Patuh Karya tersebut.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kehadiran pengawas di sekolah-sekolah tidak hanya untuk mengawasi proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), tetapi juga untuk membina sekolah dalam menata sistem manajemen pendidikan dan menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif.

“Pengawas juga tidak boleh merasa lebih tinggi dari guru atau pihak sekolah yang diawasi. Bangun hubungan yang setara dan humanis agar pembinaan berjalan lebih efektif,” tegas Nurul Wathoni.

Para pengawas yang baru dilantik juga diminta untuk memastikan seluruh sekolah di Lombok Timur telah menjalankan tujuh program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI). Selain itu, mereka diinstruksikan untuk memastikan program ekstrakurikuler tetap berjalan aktif di setiap sekolah sebagai bagian dari pengembangan karakter siswa.

Dengan adanya penambahan delapan pengawas ini, diharapkan sistem pengawasan pendidikan di Lombok Timur dapat semakin diperkuat. “Semoga penguatan ini bisa semakin optimal, sehingga kualitas pendidikan di Lotim terus meningkat dan mampu menjawab tantangan zaman,” pungkasnya. (rus)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO