spot_img
Kamis, Maret 5, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWAProgram Desa Berdaya, 450 KK Penerima Program Diverifikasi

Program Desa Berdaya, 450 KK Penerima Program Diverifikasi

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumbawa, mencatat sedikitnya sekitar 450 kepala keluarga (KK) di empat desa yang mendapatkan program desa berdaya.Petugas masih melakukan verifikasi dan validasi data penerima bantuan.

“Saat ini kita masih dalam tahap verifikasi dan validasi, setelah datanya sudah valid baru akan dilakukan pembinaan serta pelatihan lebih lanjut. Termasuk kita akan lihat jenis usaha yang akan dikerjakan,” kata Plt Kepala Dinas PMD Kabupaten Sumbawa, Rachman Ansori, kepada wartawan, Rabu (4/3).

Di Sumbawa lanjut Ansori, ada empat desa yang mendapatkan program Desa Berdaya. Yakni, Desa Lape, Labuhan Aji, Motong, dan Padasuka dengan jumlah penerima 450 KK. Penerima program ini, akan mendapatkan dana stimulan sebesar Rp7 juta dengan jenis usaha yang disesuaikan.

“Bantuan yang akan kita berikan nanti sifatnya hanya stimulan, sehingga mereka bisa keluar dari kemiskinan ekstrem. Jadi hari ini masih penyelesaian verivali data sasaran,” ucapnya.

Pola pendampingan yang dilakukan oleh tim sudah dibentuk dengan cara melakukan pemetaan potensi KK yang dibina. Hal itu dilakukan kata dia, supaya sampai dana yang sifatnya stimulan tersebut, habis begitu saja dan tidak memberikan manfaat apapun.

“Jadi, penerima bantuan ini akan didampingi selama dua bulan sesuai dengan potensi yang dimiliki. Kami juga akan tetap melakukan pembinaan lebih lanjut sekaligus pengawasan oleh pendamping,” ucapnya.

Saat ini, jumlah pendamping yang berada di Kabupaten Sumbawa berjumlah 12 orang. Pendamping desa ini akan mendampingi sekitar 50 KK.Pengawasan yang dilakukan tidak hanya dari provinsi melainkan juga dari daerah untuk menekan terjadinya hal yang tidak diinginkan.

“Pendampingan tetap sama kami juga (DPMD) selain pendamping yang direkrut pemerintah provinsi. Kami juga akan memantau sehingga program kabupaten dan provinsi berjalan linear,” jelasnya.

Penyaluran bantuan tersebut nantinya akan langsung ditransfer melalui rekening masing-masing penerima untuk kegiatan produktif yang sudah dipetakan sebelumnya. Misalnya di bidang peternakan ayam, kambing, atau usaha tani sesuai potensi masing-masing desa.

“Kami berharap program ini bisa berjalan maksimal dan pelaksanaannya tepat sasaran, supaya masyarakat di desa sasaran bisa keluar dari kategori kemiskinan ekstrem,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemerintah pun nantinya akan melaksanakan pengawasan secara khusus terhadap penggunaan dana stimulus tersebut. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan termasuk penggunaan dana yang tidak sesuai dengan peruntukan.

“Kami akan tetap melakukan pendampingan terhadap penggunaan anggaran tersebut supaya tepat sasaran. Sehingga hal yang tidak diinginkan bisa diminimalisir,” tukasnya. (ils)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO