spot_img
Kamis, Maret 5, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK TENGAHSetelah Banjir, Giliran Puting Beliung Terjang Loteng

Setelah Banjir, Giliran Puting Beliung Terjang Loteng

 

 

Praya (suarantb.com) – Bencana hidrometeologi masih terus berlanjut terjadi diwilayah Kabuaten Lombok Tengah (Loteng). Setelah banjir merendam lebih dari 1.600 rumah dua pekan kemarin di sejumlah desa, kini giliran angin puting beliung yang menerjang. Laporan yang masuk ke Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Loteng, dalam dua hari terakhir total ada 51 rumah yang rusak diterjang angin puting beliung.


“Paling banyak di Desa Selebung, itu total ada 37 rumah yang rusak terdampak angin puting beliung,” sebut Kepala Pelaksana BPBD Loteng H. Ridwan Makruf, kepada Suara NTB, di kantornya, Kamis (5/3/2026).


Kemudian di Desa Aik Bukak, ada delapan rumah yang rusak. Serta enam rumah rusak di Desa Wajegeseng. Total keseluruhan sebanyak 51 rumah yang rusak. Namun setelah dilakukan asesmen oleh tim BPBD Loteng tidak semuanya masuk kategori untuk mendapat bantuan stimulan. Hanya sekitar enam rumah yang cukup parah tingkat kerusakannya.


Rumah-rumah yang masuk kategori untuk mendapat bantuan stimulan tersebut saat ini masih dihitung kebutuhannya, karena bantuanya bersifat stimulan. Jadi nilai bantuan yang diberikan sekitar 30 persen dari total kebutuhan yang ada.


Bantuan yang diberikan pun tidak dalam bentuk uang tunai. Tetapi dalam bentuk material. Seperti semen, kayu dan asbes. “Jadi untuk material bangunan yang lain secara mandiri oleh warga terdampak. Kita hanya menyiapkan semen, kayu dan asbes,” sebutnya.


Ia mengatakan kalau anggaran penanganan bencana sangat terbatas. Sehingga pihaknya harus selektif dalam menyalurkan bantuan. Harus benar-benar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan. Begitu juga bantuan logistik lainya.


“Untuk warga yang terdampak banjir itu bantuanya berupa kebutuhan pokok. Karena laporan yang masuk tidak ada rumah yang sampai rusak akibat banjir,” imbuhnya.


Lebih lanjut jelas Tuan Gabus–sapaan akrab Kepala Pelaksana BPBD Loteng ini, situasi cuaca ekstrem diprediksikan masih akan berlangsung dalam beberapa hari kedepan. Masyarakat pun kembali diingatkan untuk tetap waspada saat beraktivitas. Terutama aktivitas di luar rumah, mengingat, potensi terjadi angin puting masih ada.


Pemerintah daerah sendiri sampai saat ini masih menetapkan status siaga darurat bencana sampai 9 Februari 2026 mendatang. Ini sebagai langkah antisipasi terjadi bencana hidrometerologi. “Tetap waspada dengan perubahan cuaca dan potensi bencana yang bisa terjadi kapan saja dan dimana saja.” tegasnya. (kir)



IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO