Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa tengah menyiapkan sumber energi alternatif dari beriket cangkang kemiri sebagai upaya meminimalisir ketergantungan terhadap penggunaan gas elpiji yang mulai langka.
“Kita sudah siapkan skema energi alternatif yakni menggunakan beriket yang bersumber dari cangkang kemiri sebagai pengganti gas elpiji daripada dibuang,” kata Kabag Ekonomi dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kabupaten Sumbawa, Ivan Indrajaya, kepada Suara NTB, Kamis (5/3).
Ivan melanjutkan, Pemkab Sumbawa memiliki wilayah sebagai penghasil kemiri yang sangat berkualitas yakni Kecamatan Lantung, Ropang, dan Batulanteh. Untuk kebutuhan bahan baku membuat beriket cukup melimpah dengan cangkang kemiri tersebut.
“Di daerah Ropang, Lantung, dan Batulanteh menjadi daerah penghasil kemiri kita saat ini. Kami juga akan upayakan bagaimana cangkang kemiri tidak dibuang melainkan bisa menjadi beriket,” ucapnya.
untuk merealisasikan energi alternatif tersebut, pihaknya akan bekerjasama dengan akademisi di berbagai kampus di Sumbawa. Mulai dari pengolahan cangkang kemiri menjadi beriket termasuk juga dengan penyediaan kompornya.
“Nah, beriket inilah yang nanti jadi energi alternatif, dan harus ada kompornya. Inilah yang kita gandeng para akademisi untuk membuat kajian terhadap rencana penggunaan energi alternatif tersebut,” ujarnya.
Pola lain yang disiapkan pemerintah untuk mengantisipasi kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di masyarakat, yakni pendataan ulang terhadap masyarakat sasaran. Karena selama ini, sasaran masyarakat yang menerima gas elpiji 3 kilogram itu dipegang pangkalan.
“Sekarang kita ingin data itu dari pemerintah apakah pendekatannya itu menggunakan data sosial desil 1-4. Termasuk pelaku usaha mikronya juga akan kita minta datanya, sehingga tidak terjadi lagi kelangkaan di masyarakat,” tukasnya. (ils)


