PEMERINTAH Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, akan mengintensifkan patroli keliling menjelang libur sekolah. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kerap meningkat selama masa liburan.
Lurah Pagesangan Barat, Putri Aydul Sakinah, mengatakan pihaknya mulai melakukan berbagai persiapan guna menjaga situasi kamtibmas di wilayahnya tetap kondusif.
Menurutnya, menjelang libur sekolah diperlukan langkah mitigasi karena biasanya tingkat kerawanan meningkat saat para pelajar tidak memiliki aktivitas rutin.
“Biasanya ketika anak-anak atau pelajar mulai libur sekolah dan tidak memiliki kegiatan, mereka cenderung berkegiatan pada malam hari. Karena itu, kami perlu melakukan mitigasi sejak dini,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).
Untuk menjamin dan menciptakan kondusivitas keamanan di tengah masyarakat, Pemerintah Kelurahan Pagesangan Barat bersama tiga pilar, yakni Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Satlinmas, serta kepala lingkungan dan RT akan menggelar patroli keliling di setiap lingkungan.
Putri Aydul Sakinah yang akrab disapa Puput menjelaskan, Kelurahan Pagesangan Barat memiliki lima lingkungan. Dari jumlah tersebut, empat lingkungan masih tergolong kawasan tradisional atau kampung yang minim ruang terbuka hijau (RTH) untuk aktivitas masyarakat.
Kondisi tersebut membuat pusat aktivitas warga banyak terpusat di kawasan BTN Kekalik Baru yang memiliki ruang terbuka.
Akibatnya, warga di kawasan BTN kerap merasa terganggu dengan aktivitas remaja yang berkumpul sejak selesai tarawih hingga menjelang subuh.
“Karena itu, kami akan lebih intensif turun melakukan patroli,” jelasnya.
Selain patroli, pihak kelurahan juga mengantisipasi berbagai aktivitas remaja yang berpotensi mengganggu ketertiban, seperti perang sarung, balap liar, perang mercon, hingga kegiatan lain yang meresahkan masyarakat.
Puput mengungkapkan, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, perang sarung menjadi salah satu aktivitas yang perlu diwaspadai.
“Kalau pengalaman tahun sebelumnya, perang sarung ini yang paling sering terjadi. Bahkan bukan hanya sarung biasa, kami pernah menemukan sarung yang diisi batu sehingga sangat berbahaya,” terangnya.
Karena itu, pihak kelurahan juga mengimbau peran aktif orang tua dan masyarakat untuk ikut mengawasi aktivitas anak-anak dan remaja selama masa liburan sekolah.
Menurut Puput, menjaga keamanan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
“Kami berharap orang tua juga ikut mengawasi anak-anaknya agar tidak berkeliaran hingga larut malam. Dengan kerja sama semua pihak, kami optimistis situasi kamtibmas di wilayah Pagesangan Barat tetap kondusif,” pungkasnya. (pan)


