Selong (suarantb.com) – Champion Cabai Nasional Lotim, H. Subhan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mendatangkan cabai dari Kabupaten Enrekang Provinsi Sulawesi Selatan. Cabai ini tiba di Lotim, Jumat 6 Maret 2026 dan dijemput langsung Sekretaris Daerah Kabupaten Lotim, H. M. Juaini Taofik di Bandara Internasional Lombok.
H. Subhan menjelaskan, cabai dari Sulawesi ini untuk menambah pasokan cabai di Lombok Timur. Pasalnya, pasokan cabai Lotim mulai menurun. “Kondisi cabai yang panen banyak yang mati karena cuaca, banyak buah busuk atau layu fusarium,” jelasnya.
Cabai yang didatangkan ini akan didistribusikan ke titik-titik keramaian atau langsung ke konsumen. Cabai akan dikemas dalam bentuk seperempat kilo. Pemasaran akan dimulai Sabtu 7 Maret 2026.
Menurut Subhan, upaya mendatangkan cabai dari luar daerah ini merupakan salah satu upaya menstabilkan harga. Apalagi dengan volume seperti saat ini, akan tetapi jika dilakukan secara berkelanjutan. “Sedikit tidak bisa melakukan penyetabilan sehingga masyarakat yang sedang menjalan ibadah puasa serta akan memasuki Idulfitri tidak merasakan harga cabai yang terlalu tinggi,” ucapnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Lotim Selamet Alimin bergerak cepat melakukan intervensi pasar guna menstabilkan harga cabai yang saat ini masih bertengger di atas Rp100 ribu per kilogram. Bersama Champion Cabai upaya yang dilakukan adalah dengan mendatangkan pasokan cabai segar langsung dari Pulau Sulawesi.
Selamet Alimin, mengungkapkan bahwa pihaknya pada Jumat, 6 Februari 2026, menjemput langsung di Bandara Internasional Lombok untuk menjemput langsung kiriman cabai tersebut. Kehadiran cabai dari luar daerah ini diharapkan dapat menambah stok dan menekan harga di tingkat konsumen.
“Hari ini (Jumat-red) kami menjemput langsung cabai yang didatangkan dari Sulawesi. Langkah ini kami ambil sebagai respons atas tingginya harga cabai di pasaran yang masih tembus lebih dari Rp100 ribu per kilogram. Kami berharap dengan tambahan pasokan ini, harga bisa segera turun ke level yang lebih wajar,” ujar Selamet.
Sementara itu, Kepala Bagian Ekonomi Setda Lotim, Abdullah, menambahkan bahwa intervensi pasokan ini tidak hanya bertujuan untuk meringankan beban masyarakat, tetapi juga sebagai langkah antisipatif terhadap potensi inflasi. Menurutnya, inflasi kerap dipicu oleh gejolak harga pangan, terutama komoditas strategis seperti cabai.
“Kehadiran cabai ini sangat krusial untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya inflasi di Lombok Timur. Apalagi kita ingat, beberapa waktu lalu Lotim sempat mencatatkan lonjakan Indeks Perkembangan Harga (IPH) tertinggi se-Indonesia yang disebabkan oleh melonjaknya harga cabai. Kami tidak ingin kejadian itu terulang,” tegas Abdullah.
Dengan didatangkannya cabai dari Sulawesi, Pemerintah Daerah Lotim berharap roda perekonomian tetap berjalan stabil dan daya beli masyarakat tetap terjaga. Pihaknya juga akan terus memantau perkembangan harga serta memastikan distribusi berjalan lancar hingga ke tangan pedagang dan konsumen. (rus)


