spot_img
Jumat, Maret 6, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWA BARATRevitalisasi Rampung, Pemanfaatan Pasar Tana Mira Molor

Revitalisasi Rampung, Pemanfaatan Pasar Tana Mira Molor

Taliwang (Suara NTB) – Pengerjaan revitalisasi bangunan Pasar Tana Mira, Taliwang akhirnya rampung. Meskipun rekanan diberikan tambahan waktu selama 50 hari kalender, karena tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak pada akhir tahun 2025.

“Pasar Tana Mira itu sudah kami nyatakan selesai pengerjaannya,” kata Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) KSB, Suryaman, Kamis, 5 Maret 2026.

Menurut Suryaman, hasil pekerjaan revitalisasi pasar terbesar di KSB itu, sudah dilakukan pengecekan langsung oleh Badan Pemeriksa Keuangan RI Kantor Perwakilan Provinsi NTB.

Pihaknya juga telah meminta pelaksana melengkapi seluruh komponen fasilitas pasar yang masuk dalam item pengerjaan. “Kita sempat suruh kontraktor pasang semua lampunya. Tapi kami putuskan agar dicabut lagi karena banyak yang dicuri. Tapi intinya setiap komponen yang masuk dalam item pekerjaan sudah dilengkapi oleh kontraktornya,” klaimnya.

Meski telah rampung, Pasar Tana Mira Taliwang sementara ini belum ditempati para pedagang. Dikatakan Suryaman, pihaknya memang menargetkan pedagang akan dapat kembali menempati lapaknya sebelum memasuki bulan puasa. Namun, karena penyelesaian molor, maka target itu tidak dapat terealisasi.

Suryaman mengungkap, saat ini, para pedagang masih enggan kembali ke lapaknya. Mereka memilih bertahan di lapak sementara hingga selesai bulan ramadan.

“Mereka (pedagang) minta setelah lebaran saja sekalian pindahnya. Karena kalau sekarang akan mengganggu dagangan mereka,” sebut Suryaman.

Permintaan pedagang itu, Suryaman mengaku tidak punya pilihan selain menuruti dan untuk memenuhi permintaan pedagang itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan kontraktor pelaksana pasar, agar tidak membongkar lapak sementara yang digunakan pedagang saat ini.

“Ada beberapa tenda terop disewa kontraktor untuk dijadikan lapak sementara. Mereka sebelumnya izin membongkar. Tapi kami sampaikan untuk ditunda dulu karena pedagang belum mau pindah. Alhamdulillah kontraktornya mengerti,” beber mantan Kabag Prokopim Setda KSB ini.(bug)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO