Sabtu, Maret 7, 2026

BerandaBIMAKemenkes akan Beri Bantuan Alkes dan Ambulans

Kemenkes akan Beri Bantuan Alkes dan Ambulans

Kota Bima (Suara NTB) – Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin memastikan dukungan pemenuhan alat kesehatan (alkes) dan ambulans untuk RSUD Kota Bima pada tahun 2027.

Kepastian itu disampaikan saat menerima audiensi Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin bersama jajaran Dinas Kesehatan dan Direktur RSUD Kota Bima di Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Rabu 4 Maret.

Pertemuan tersebut membahas rencana pemenuhan sarana dan prasarana kesehatan di RSUD Kota Bima, puskesmas, serta Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) guna meningkatkan kapasitas dan mutu pelayanan kesehatan primer dan rujukan di daerah.

Menkes Budi Gunadi Sadikin menyatakan Kementerian Kesehatan akan mendukung pemenuhan standar sarana dan prasarana medis di RSUD Kota Bima. Dukungan tersebut mencakup penyediaan alat kesehatan yang dibutuhkan untuk operasional rumah sakit.

“Kemenkes akan memberikan dukungan dalam pemenuhan standard sarana dan prasarana medis, termasuk penyediaan alat kesehatan yang dibutuhkan,” ujarnya.

Ia juga mendorong Pemerintah Kota Bima menambah kapasitas ruang rawat inap, agar jumlah tempat tidur rumah sakit sesuai dengan rasio jumlah penduduk.

Terkait dukungan fasilitas, Menkes menegaskan pengadaan alat kesehatan dan ambulans diupayakan dapat direalisasikan pada tahun 2027.

“Untuk alkes dan ambulance diusahakan bisa diwujudkan pada tahun 2027,” katanya.

Selain sarana dan prasarana, Kemenkes juga menekankan pentingnya pemenuhan tenaga kesehatan di daerah, khususnya dokter spesialis.

“Kemenkes mendorong pemerintah daerah dalam pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan, khususnya dokters pesialis, agar dapat diprioritaskan tenaga dari putra-putri asli daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan atas dukungan terhadap pembangunan dan peningkatan fasilitas layanan kesehatan di Kota Bima.

“Pembangunan RSUD ini dipandang bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan sebagai investasi jangka panjang untuk menjamin keselamatan serta meningkatkan kualitas hidup warga Kota Bima dan sekitarnya,” ungkapnya.

Ia menjelaskan RSUD Kota Bima dirancang dengan kapasitas 100 tempat tidur dan dibangun melalui skema pembiayaan tahun jamak (multi years). “Pembiayaan pembangunan bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kesehatan serta dukungan Dana Alokasi Umum (DAU) Pemerintah Kota Bima,” sebutnya.

Secara fisik, gedung utama RSUD Kota Bima telah selesai pada 26 Desember 2025 dan kini memasuki tahap akhir pekerjaan, meliputi finishing serta instalasi mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP). Masa kontrakpembangunanberlangsunghingga Juli 2026.

Pemindahan peralatan medis dan persiapan operasional dijadwalkan berlangsung pada Juli hingga Agustus 2026, sementara peresmian RSUD Kota Bima direncanakan pada Agustus 2026 setelah seluruh pembangunan, termasuk gedung rawat inap, selesai sepenuhnya. (hir)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO