Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi NTB Hj. Sinta Agathia M. Iqbal mengatakan TP PKK dari tingkat provinsi hingga desa siap menyediakan berbagai pelatihan keterampilan bagi para ibu di wilayah pesisir, khususnya bagi keluarga nelayan yang suaminya tidak melaut selama beberapa bulan dalam setahun.
“Saya titipkan ke teman-teman kecamatan dan desa. Tapi syaratnya cuma satu, harus serius dan harus komitmen. Kalau sudah mau, dikasih pelatihan, harus dijalankan. Jangan sebulan dua bulan terus selesai. Silakan dirembuki bersama-sama dengan teman-teman di PKK kecamatan dan desa,” ujarnya saat berkunjung ke Desa Mertak, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, pelatihan tersebut bertujuan agar para ibu dapat membantu menopang perekonomian keluarga selama masa paceklik ketika suami tidak melaut.
Ia menilai upaya tersebut penting untuk membantu keluarga nelayan menghadapi tekanan ekonomi sekaligus menjaga ketahanan keluarga. Dengan adanya sumber penghasilan tambahan, para ibu diharapkan dapat turut berperan menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga serta memastikan kebutuhan gizi anak tetap terpenuhi.
Terkait pemenuhan gizi keluarga, istri Gubernur NTB ini juga mengingatkan agar tidak seluruh hasil tangkapan laut dijual. Sebagian hasil tangkapan sebaiknya disisihkan untuk dikonsumsi oleh keluarga, terutama anak-anak.
“Ikannya jangan dijual semua. Sisihkan buat keluarganya, supaya anak-anak, cucu-cucunya bapak ibu semua, tumbuh besarnya menjadi anak-anak yang pintar. Karena ikan itu berpengaruh terhadap pengembangan otak,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan, termasuk menjaga pepohonan di sekitar permukiman. Menurutnya, bencana banjir yang terjadi belakangan ini memang dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang tidak menentu. Namun, upaya menjaga lingkungan tetap penting untuk mengurangi risiko dan dampak bencana hidrometeorologi. (r/ham)


