Senin, Maret 9, 2026

BerandaEKONOMIAntisipasi Permainan Harga, TNI Turun Penyerapan Gabah Petani di Loteng

Antisipasi Permainan Harga, TNI Turun Penyerapan Gabah Petani di Loteng

Praya (suarantb.com) – Memasuki bulan Maret ini, sejumlah wilayah di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) telah memulai masa panen padi. Aparat TNI pun turun untuk mengawal proses panen hingga penyerapan gabah milik petani. Langkah itu dilakukan guna meminimalisir dan mengantisipasi adanya permainan harga beli gabah petani oleh Bulog maupun mitranya.

Pengawalan dilakukan langsung oleh Babinsa jajaran Kodim 1620/Loteng yang ada di lapangan. “Pengawalan terhadap proses penyerapan gabah hasil panen petani yang dibeli langsung oleh Bulog ini dilakukan guna memastikan stabilitas stok pangan dan kelancaran distribusi serapan gabah milik petani,” sebut Dandim 1620/Loteng Letkol Arm Karimmuddin Rangkuti, dalam keterangannya, Minggu (8/3/2026).

Ia mengatakan, pengawalAN yang dilakukan oleh Babinsa tidaknya saat panen saja. Namun, hingga gudang penyimanan dan penggilingan padi untuk memastikan gabah petani terserap dengan harga yang sesuai dengan ketentuan yang ada.

“Tidak hanya sekadar memantau, Babinsa kita minta terjun langsung ke sawah dan tempat penggilingan padi. Agar gabah petani terserap dengan harga yang sesuai dan tepat sasaran,” ujarnya.

Terlebih sekarang, selama bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri, kebutuhan pokok semakin tinggi. Karena itu, penting bagi pihaknya untuk mengawal agar tidak muncul praktik spekulasi harga yang dilakukan oleh pihak tertentu dengan memanfaatkan situasi kebutuhan para petani. Jadi jerih payah petani terbayar dengan harga yang layak.

“Kami ingin memastikan bahwa jerih payah petani terbayar dengan harga yang layak. Sekaligus menjamin bahwa pasokan beras di wilayah ini tetap aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan puasa,” imbuhnya.

Sembari melakkan pengawasan dan pengawalan, Babinsa juga terus memberikan edukasi kepada kelompok tani mengenai standar kualitas gabah yang baik. Supaya bisa memenuhi kualifikasi serapan pasar maupun cadangan pangan pemerintah. Keterlibatan TNI dalam memantau hasil panen salah satu wujud nyata dukungan TNI terhadap program ketahanan pangan nasional.

“Dengan semua kerja-kerjan diharapkan kedaulatan pangan di tingkat daerah dapat terus terjaga secara berkelanjutan,” tegas alumnus Akmil 2023 ini. (kir)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO