Sumbawa Besar (Suara NTB) – Satu unit rumah di Desa Ngeru, Kecamatan Moyo Hilir ludes terbakar pada, Sabtu 7 Maret sekitar pukul 01.57 WITA.
Rumah yang dilalap si jago merah itu, milik Samsun dan satu unit lainnya hanya terdampak dengan kerugian ditaksir sekitar Rp150 juta.
“Diduga kuat penyebab kebakaran akibat korsleting listrik. Kami bersyukur dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa hanya kerugian materil saja,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) H. Sahabuddin.
Ia melanjutkan, berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, api berasal dari arus pendek listrik dan sempat merembet ke rumah lainnya. Api kemudian dengan cepat membakar habis rumah tersebut beserta isinya. Api cepat meluas lantaran rumah terbuat dari kayu. “Jadi, rumah yang ludes terbakar ini merupakan rumah panggung, pada saat kejadian angin cukup kencang yang merembet ke satu rumah lainnya dengan kategori rusak ringan,” ucapnya.
Proses pemadaman juga berlangsung cukup lama. Petugas membutuhkan waktu sekitar 3 jam, karena rumah berada di gang yang sempit dan padat penduduk. Bahkan untuk memudahkan proses pemadaman, petugas turut meminta bantuan dari masyarakat.
“Di proses pemadaman kita turunkan satu unit mobil pemadam dari Pos Moyo Hilir dan satu unit fire jeff, sehingga api tidak merembet ke rumah lainnya,” ucapnya.
Hasil investigasi sementara terhadap kasus kebakaran yang terjadi di Sumbawa lantaran arus pendek listrik akibat instalasi yang sudah berumur. Pihaknya pun sudah mengimbau masyarakat untuk memperhatikan instalasi listrik mereka masing-masing, untuk menekan terjadinya hal yang tidak diinginkan.
“Rat-rata kebakaran terjadi karena pemilik rumah yang lalai, apalagi Sumbawa saat ini mulai memasuki dasarian pertama musim kemarau meskipun beberapa hari telah turun hujan,” tukasnya. (ils)

