Mataram (suarantb.com) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram menyiagakan sebanyak 325 petugas kebersihan untuk menangani sampah yang dihasilkan dari pawai ogoh-ogoh dan malam takbiran 1 Syawal 1447 Hijriah.
Kepala DLH Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi, mengatakan langkah tersebut merupakan upaya antisipasi untuk menjaga kebersihan kota selama rangkaian dua perayaan hari besar keagamaan yang berlangsung berurutan di Kota Mataram.
Menurutnya, ratusan petugas kebersihan tersebut akan disiagakan di sejumlah titik yang menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan maupun di sepanjang jalur yang dilalui peserta pawai. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi penumpukan sampah yang biasanya muncul setelah kegiatan masyarakat berskala besar.
“Kami sudah menyiapkan 325 petugas untuk membersihkan sampah pada kedua perayaan tersebut,” ujarnya, Senin (9/3/2026).
Selama dua malam pelaksanaan kegiatan, seluruh personel akan bekerja ekstra dengan memberlakukan sistem lembur. Petugas tidak hanya bertugas setelah kegiatan selesai, tetapi juga disiagakan selama acara berlangsung untuk mengantisipasi penumpukan sampah di lokasi-lokasi keramaian.
Nizar menjelaskan, potensi peningkatan volume sampah diperkirakan lebih tinggi terjadi pada malam takbiran. Hal ini karena perayaan takbiran biasanya dilaksanakan secara serentak di setiap kecamatan di Kota Mataram.
Dengan demikian, petugas kebersihan harus disebar secara merata di enam kecamatan agar penanganan sampah dapat dilakukan secara cepat dan efektif. Selain itu, armada pengangkut sampah juga akan disiagakan untuk mempercepat proses pengangkutan ke tempat pembuangan akhir.
Berdasarkan evaluasi dari tahun-tahun sebelumnya, DLH memprediksi volume sampah dari pawai ogoh-ogoh dan takbiran akan mengalami peningkatan signifikan seiring meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kedua kegiatan tersebut.
Untuk pawai ogoh-ogoh, volume sampah diperkirakan mencapai 6 hingga 7 ton. Sampah tersebut umumnya berasal dari sisa makanan, minuman kemasan, plastik, serta berbagai jenis sampah rumah tangga yang dibawa oleh penonton dan peserta pawai.
Sementara itu, pada malam takbiran diprediksi menghasilkan sampah yang lebih tinggi, yakni sekitar 8 hingga 9 ton. Tingginya volume sampah pada malam takbiran dipengaruhi oleh banyaknya kegiatan masyarakat yang berlangsung di berbagai wilayah kecamatan.
“Penanganan sampah usai kegiatan akan kami optimalkan agar Kota Mataram tetap bersih dan nyaman bagi masyarakat,” kata Nizar.
Selain menyiagakan petugas kebersihan, DLH Kota Mataram juga mengupayakan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan selama kegiatan berlangsung.
Sebagai bentuk dukungan, DLH akan membagikan kantong plastik sampah kepada panitia penyelenggara pawai ogoh-ogoh maupun takbiran. Kantong sampah tersebut diharapkan dapat digunakan oleh peserta untuk menampung sampah sementara selama kegiatan berlangsung.
Karena itu, setiap banjar dan kafilah masjid diimbau untuk turut mengedukasi peserta pawai agar tidak membuang sampah sembarangan di sepanjang rute yang dilalui.
“Harapannya, masyarakat atau peserta pawai dapat mengumpulkan sampah secara mandiri sehingga memudahkan proses penanganan oleh petugas,” pesan Nizar. (pan)

