PEMERINTAH Kelurahan Banjar, Kecamatan Ampenan, mulai mempersiapkan langkah antisipasi gangguan keamanan wilayah sejak tujuh hari menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.
Langkah tersebut dilakukan mengingat momentum Idulfitri tahun ini berdekatan dengan malam takbiran serta perayaan Hari Raya Nyepi, sehingga diperlukan pengawasan lebih intensif guna menjaga ketertiban masyarakat.
Lurah Banjar, Supardi, mengatakan pihaknya telah mengintensifkan pengawasan dan monitoring di setiap lingkungan dengan melibatkan satuan tugas (satgas) yang terdiri atas Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas), kepala lingkungan, serta ketua RT di masing-masing wilayah.
“Kami mulai melakukan patroli dari pukul 21.00 Wita hingga menjelang waktu sahur untuk mengantisipasi potensi keributan di lingkungan masyarakat,” ujar Supriadi, Senin (9/3/2026).
Menurutnya, aktivitas masyarakat biasanya meningkat signifikan menjelang Idulfitri. Kondisi ini terutama terlihat pada aktivitas remaja yang sering berkumpul di sejumlah titik pada malam hari.
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, sejumlah kegiatan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum kerap terjadi, seperti perang mercon, perang sarung, balap liar, hingga aksi konvoi yang dapat memicu keributan.
Supardi menilai meningkatnya aktivitas remaja juga dipicu oleh masa libur sekolah selama Ramadan. Tanpa adanya kegiatan belajar, banyak remaja yang menghabiskan waktu dengan berkumpul di luar rumah hingga larut malam.
“Sejak tadi malam sudah terlihat ramai anak-anak di jalan. Bahkan beberapa kali kami harus membubarkan kerumunan agar tidak berkembang menjadi aktivitas yang mengganggu ketertiban,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, beberapa titik yang kerap menjadi lokasi berkumpulnya para remaja antara lain di sepanjang Jalan Energi hingga kawasan Pasar Tradisional ACC. Selain itu, area halaman rumah toko (ruko) di sekitar kawasan tersebut juga sering dijadikan tempat berkumpul pada malam hari.
Untuk itu, pemerintah kelurahan bersama aparat keamanan akan terus meningkatkan patroli rutin di titik-titik rawan tersebut, terutama pada malam hari hingga menjelang sahur.
Selain patroli, pihaknya juga mengimbau para orang tua agar turut mengawasi aktivitas anak-anak mereka selama malam hari. Peran keluarga dinilai penting untuk mencegah remaja terlibat dalam kegiatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Supardi menegaskan bahwa pengawasan ini tidak hanya dilakukan menjelang Idulfitri, tetapi juga sebagai bentuk antisipasi menjelang perayaan Hari Raya Nyepi agar situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.
“Harapannya, masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan, merayakan Idulfitri, dan menyambut Nyepi dengan aman, nyaman, dan penuh toleransi,” pungkasnya. (pan)

