PELANTIKAN Dedi Damhudi sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) pada Senin (9/3/2026), tidak sekAdar menandai babak kepemimpinan baru dinas tersebut. Ada hal fundamental berubah pada dinas ini. Karena dengan Perda Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang baru, Diskominfo KSB resmi naik level maksimal, yakni tipe A dari sebelumnya hanya tipe C.
Dengan perubahan tipe itu, Diskominfo KSB pun bertambah urusannya. Dari sebelumnya hanya 2 bidang kini menjadi 4 bidang kerja. Pemecahan bidang kerja terjadi pada Bidang Kominfo yang dibagi menjadi 3 bidang baru, yakni Bidang Pengelolaan Komunikasi dan Informasi Publik; Bidang Tata Kelola dan Pengelolaan Transformasi Pemerintah Digital; dan Bidang Aplikasi dan Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi. Sementara Bidang Statistik tetap dipertahankan.
Naiknya tipe Diskominfo KSB ini, membuat Bupati, H. Amar Nurmansyah menaruh harapan besar pada dinas tersebut. Tak sekedar harapan, Bupati juga menegaskan fungsi krusial Diskominfo yang harus dijalankan sebagai rutinitas pokok OPD ke depannya.
“Terima kasih kepada DPRD yang telah menyetujui perubahan Perda OPD kita. Dan perubahan itu khusus pada Diskominfo karena memang itu sudah tuntutan kebutuhan organisasi kita,” sebut Bupati Amar di sela sambutannya pada acara pelantikan, kemarin.
Dengan struktur bidang yang lebih banyak itu, Bupati mengatakan, Diskominfo harus sudah siap menjalankan fungsi-fungsinya yang baru secara optimal. Setidaknya ada 2 tugas pokok yang diamanahi Bupati kepada Diskominfo, pertama mengawal pengelolaan bank data untuk mendukung penyelenggaraan program pemerintah, kedua fungsi sebagai juru bicara (Jubir) resmi pemerintah. “Dua tugas ini harus dijalankan dengan baik karena perangkat, struktur dan personilnya sudah tersedia,” tegas Bupati.
Sebagai pengelola bank data, Bupati mendorong Diskominfo dapat menjadi pusat dukungan data khususnya dalam pelaksanaan Program Kartu Sumbawa Barat Maju dan Sumbawa Barat Maju Luar Biasa. Menurut Bupati, pengelolaan data untuk kepentingan program tersebut harus dapat diintegrasikan dalam sebuah ekosistem yang benar-benar dapat dikendalikan oleh Diskominfo. “Jadi dinas pengampu program butuh data apa saja cukup ngelink ke Diskominfo. Bahkan mimpi saya untuk program-program pusat bisa pakai data kita nantinya,” harapnya.
Sementara itu sebagai Jubir pemerintah, Bupati menginstruksikan kepada Diskominfo agar pro aktif dalam memantau dinamika isu di tengah masyarakat. Selain itu membangun komunikasi ke seluruh OPD untuk menyerap setiap informasi dinas yang dibutuhkan sebabai bahan-bahan informasi publik.
“Kalau dulu Diskominfo dan Prokopim Setda saling tunjuk siapa juru bicara pemerintah. Mulai hari ini kita tunjuk Diskominfo. Maka dari itu Kabid yang mengawal fungsi Jubir ini rajin koordinasi dengan PPID seluruh OPD untuk menyerap setiap infomasi yang akan disampaikan ke publik,” tegas Bupati Amar. (bug)

