Selasa, Maret 10, 2026

BerandaNTBLOMBOK TIMURBPJamsostek Hadirkan Program Pembiayaan Perumahan

BPJamsostek Hadirkan Program Pembiayaan Perumahan

Selong (suarantb.com) – Pemerintah terus berupaya memenuhi kebutuhan hunian layak bagi para pekerja melalui paket kebijakan stimulus ekonomi nasional. Salah satu instrumennya adalah program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) dalam Jaminan Hari Tua (JHT) yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan. Program ini dirancang untuk memudahkan pekerja memiliki rumah pertama dengan suku bunga ringan dan kompetitif, serta tenor pinjaman panjang.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Lotim, Muhammad Yohan Firmansyah menjawab Suara NTB, Senin (9/3/2026) menjelaskan bahwa program ini menyasar para pekerja yang selama ini mungkin kesulitan mengakses kredit pemilikan rumah (KPR) konvensional. “Harapannya adalah pekerja belum memiliki rumah dan merupakan rumah pertama,” ujarnya.

Terdapat tiga skema pembiayaan yang ditawarkan dalam program ini. Pertama, Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) dengan plafon pembiayaan maksimal Rp500 juta dan tenor hingga 30 tahun. Skema ini dipastikan khusus untuk pembelian rumah pertama. Kedua, Pinjaman Renovasi Perumahan (PRP) yang memberikan bantuan maksimal Rp200 juta dengan tenor 15 tahun bagi peserta yang ingin merenovasi huniannya. Ketiga, Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP) dengan bantuan maksimal Rp150 juta dan tenor hingga 15 tahun untuk meringankan beban uang muka.

Keunggulan utama dari program ini adalah pembiayaan tersebut tidak mengganggu iuran Jaminan Hari Tua (JHT) yang telah dibayarkan oleh perusahaan. Iuran pekerja tetap utuh dan dapat dicairkan sesuai ketentuan di kemudian hari, sementara fasilitas KPR berjalan terpisah sebagai manfaat tambahan.

Untuk mengakses fasilitas ini, terdapat mekanisme yang harus dipenuhi oleh calon debitur. Pertama, pekerja dipastikan sudah menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan dan mengikuti program JHT di perusahaannya. “Yang pertama, satu tahun terdaftar, kemudian dia tertib secara administrasi dan iuran,” tegasnya.

Setelah memastikan kelayakan, langkah selanjutnya adalah menentukan rumah yang akan dibeli dan mengajukan permohonan ke bank mitra. Di wilayah Lombok Timur, calon debitur dapat datang ke Bank BTN yang telah menjalin kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan.

Pihak bank akan melakukan proses verifikasi, termasuk pengecekan kelayakan kredit (BI checking). Jika dinyatakan lolos, BPJS Ketenagakerjaan akan melakukan approval data yang diajukan di bank tersebut untuk memastikan seluruh persyaratan kepesertaan terpenuhi.

Dengan adanya program ini, diharapkan para pekerja di Lombok Timur dapat lebih mudah merealisasikan impian memiliki hunian sendiri tanpa terbebani cicilan yang berat.

Diketahui bank BTN di Lotim tidak ada kantor operasional. Pihak BPJS ketenagakerjaan sudah komunikasi dengan perbankan lainnya agar bisa membuat layanan kredit perumahan di Lotim. (rus)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO