Selasa, Maret 10, 2026

BerandaBREAKING NEWSKepala Bapenda NTB, dr. Jack Tutup Usia di Jakarta

Kepala Bapenda NTB, dr. Jack Tutup Usia di Jakarta

Mataram (suarantb.com) – Kabar duka menyelimuti Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) NTB, dr. Lalu Herman Mahaputra dikabarkan tutup usia di usia 57 tahun.

Ia disebut meninggal dunia di kediamannya yang berlokasi di Jakarta, pada Selasa, 10 Maret 2026 malam. Saat ini, jenazah Kepala Bapenda NTB yang akrab disapa dr. Jack itu masih berada di Rumah Sakit (RS) Metropolitan Medical Center (MMC), Jakarta Selatan.

Kepala Dinas Kominfotik NTB sekaligus jubir Pemprov NTB, Dr. Ahsanul Khalik membenarkan kabar meninggalnya dr. Jack. “Ya benar,” singkatnya kepada Suara NTB.

Berdasarkan data resmi RSUD NTB, Lalu Herman lahir pada 10 November 1968 di Pancor, Kecamatan Selong, Lombok Timur. Sosoknya menjadi pejabat yang dikenal karena keramaham, kepercayaan dan keberanian dalam mengambil kebijakan.

Sosok Lalu Herman di lingkungan birokrasi NTB sangat dikenal, ia memiliki karir cemerlang di bidang kesehatan. Sebelum menjadi Kepala Bapenda NTB, ia menjabat Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) NTB selama lima tahun. Sebelum itu, ia juga sempat menjadi Direktur RSUD Mataram yang kini berubah nama menjadi RSUD Moh. Ruslan, Mataram.

Tidak hanya di bidang kesehatan, ia juga aktif mengikuti berbagai organisasi-organisasi di luar birokrasi. Ia dipercaya sebagai Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) NTB, dan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) NTB.

Selama lima tahun menjabat sebagai Direktur RSUD, dr. Jack menunjukkan progres dalam pembangunan RS. Tahun 2022, dilakukan pengembangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) 6 lantai. Di dalamnya ada IGD Covid hingga trauma center. Ia juga berhasil meningkatkan pendapatan RSUD dari Rp12 miliar menjadi Rp50 miliar.

Diberikan Kepercayaan sebagai Kepala Bapenda NTB

Beberapa bulan menjadi Kepala Bapenda NTB, publik juga dikejutkan dengan keberaniannya menargetkan jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp7 triliun di tengah kondisi fiskal terbatas, termasuk dengan APBD NTB 2026 yang hanya Rp5,6 triliun.

Keberanian itu membuat Gubernur NTB percaya dr. Jack mampu membuka potensi-potensi pendapatan bagi daerah. Melalui Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Dr. Ahsanul Khalik menegaskan penugasan dr. Jack sebagai Kepala Bapenda Provinsi NTB dalam mutasi pejabat 9 Januari 2026 didasarkan pada pertimbangan objektif atas kapasitas kepemimpinan, manajerial, serta pengalaman tata kelola yang relevan dengan kebutuhan organisasi.

Ia menambahkan, meskipun dr. Jack dikenal luas berlatar belakang profesi kedokteran dan memiliki pengalaman sebagai pimpinan rumah sakit, yang bersangkutan juga memiliki rekam jejak panjang sebagai pelaku usaha serta pemimpin organisasi yang memahami tata kelola bisnis, manajemen keuangan, pengambilan keputusan berbasis kinerja, dan pengembangan sistem yang berorientasi pada hasil.

“Pengalaman tersebut dinilai relevan dengan tantangan Bapenda ke depan. Terutama dalam mempercepat proses bisnis, memperkuat sistem pemungutan pajak dan retribusi daerah, serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara berkelanjutan,” jelasnya.

Ia melanjutkan, penugasan ini sekaligus mencerminkan pendekatan kepemimpinan modern dalam birokrasi, yang tidak membatasi penilaian pada latar belakang profesi semata, melainkan pada kapasitas adaptif, visi manajerial, dan keberanian melakukan pembaruan sistem.

“Dengan gaya kepemimpinan yang terbuka, komunikatif, dan berorientasi pada perbaikan sistem, Pemerintah Provinsi NTB meyakini dr. Jack memiliki kapasitas untuk mendorong transformasi tata kelola di Bapenda,” pungkasnya. (era)

IKLAN

RELATED ARTICLES
IKLAN





VIDEO