Mataram (suarantb.com) – Tingginya tingkat kesadaran masyarakat untuk mengikuti program imunisasi berimplikasi positif. Kasus campak tidak ditemukan alias nihil di Kota Mataram.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Emirald Isfihan menegaskan, kasus campak sejauh ini, belum ada temuan di Kota Mataram. Beberapa laporan diterima mengarah pada kasus campak, ternyata tidak terkonfirmasi. Nihilnya kasus campak pada anak dinilai tidak terlepas dari masifnya pelayanan imunisasi melalui puskesmas. “Alhamdulillah, sejauh ini belum ada temuan kasus campak di Kota Mataram,” klaim Emirald.
Secara klinis ciri-ciri campak berupa binting merah di seluruh tubuh, flu dan paling menonjol adalah terjadi kemerahan di mata. Akan tetapi, pihaknya bisa melakukan diagnosis lebih jauh dengan mengirim sampel PCR ke laboratorium.
Emirald bersyukur tingkat kesadaran masyarakat mengikuti program imunisasi dari pemerintah sangat tinggi. Hal ini membantu mencegah penyakit campak menular pada anak. “Tingkat pendidikan di Kota Mataram sangat bagus, sehingga program imunisasi berjalan lancar,” pungkasnya.
Mantan Wakil Direktur RSUD Kota Mataram mengingatkan, masyarakat tidak boleh menggampangkan apabila menemukan gejala penyakit campak tersebut, sehingga segera mengakses layanan kesehatan di puskesmas maupun rumah sakit. Penyakit memiliki tingkat fatalitas tinggi memicu kematian apabila menyerang paru-paru dan sistem saraf. “Iya, fatalnya bisa mengakibatkan kematian,” katanya.
Untuk mendeteksi penyakit campak, pihaknya meninjau lokasi tertentu yang memiliki resistensi. Petugas kesehatan turun melakukan sweping atau turun langsung pengecekan ke rumah warga. Selain itu, pihaknya juga memiliki sistem pendataan yang bagus dengan adanya kelahiran di faskes, maka langsung diberikan layanan imunisasi lengkap. “Jadi kita juga turun melakukan pengecekan ke rumah warga dan pemberian imunisasi lengkap bagi bayi yang baru lahir,” demikian kata dia. (cem)

