Rabu, Maret 11, 2026

BerandaNTBLOMBOK TIMURAli BD Serukan Persatuan Umat Islam di Tengah Konflik Perang AS-Israel dan...

Ali BD Serukan Persatuan Umat Islam di Tengah Konflik Perang AS-Israel dan Iran

Selong (suarantb.com) – Sebuah forum diskusi yang digelar di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Rabu (11/3/2026) menjadi panggung bagi seruan persatuan umat Islam serta pernyataan sikap tegas masyarakat NTB terhadap situasi geopolitik Timur Tengah. Acara yang dihadiri oleh mantan Bupati Lombok Timur (Lotim) dua periode, H. Moch Ali Bin Dachlan, serta Ketua Muhammadiyah Lotim Roma Hidayat serta sejumlah tuan guru menyoroti lemahnya posisi umat Islam global akibat perpecahan dan mendesak pemerintah Indonesia untuk konsisten menjalankan politik bebas aktif.

Dalam diskusi tersebut, Pendiri Yayasan Sosial Masyarakat (YSM) Dr. Ali Bin Dachlan menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi umat Islam saat ini. Menurutnya, nilai-nilai Islam yang seharusnya menjadi perekat persatuan justru terkikis. “Islam adalah lembaga perekat, sebagai nilai persatuan. Apa yang terjadi di dunia global, kita harus bersikap berdasarkan nilai Islam. Jangan sampai nilai keislaman ikut rapuh,” ujar Ali BD di hadapan peserta, Rabu (11/3/2026).

Pengalaman Langsung di Al-Aqsa

Mengacu pada pengalamannya mengunjungi Israel dan sekitar Masjidil Aqsa, Ali BD menjelaskan sejarah konflik yang kerap dilupakan. Ia menyaksikan sendiri bagaimana Tepi Barat diambil alih Yordania setelah Perang 1967. “Israel didirikan tahun 1948, sama dengan tahun kelahiran saya. Itu bukan negara tua. Setelah Perang Dunia II, Inggris dan Amerika iba dengan orang Yahudi yang tersisa, lalu dibuatkan negara kecil,” jelasnya.

Dengan luas wilayah Israel yang ia sebut hanya sekitar 20 ribu kilometer persegi—sebanding dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat—Ali BD mempertanyakan mengapa negara-negara Arab yang luasnya mencapai 1,9 juta kilometer persegi merasa takut. “Itu hanya kampung kecil. Tapi kenapa mereka bodoh dan takut dengan Israel? Karena ditakuti oleh Amerika. Semua negara Arab ada kantor Mossad dan CIA,” tegasnya.

Lebih jauh, Ali BD menyoroti kemunduran umat Islam yang dinilai akibat kebodohan dan perpecahan. Ia mengkritik praktik keagamaan yang hanya mementingkan simbol tanpa substansi keilmuan. “Jangan sekolah adab hanya pulang bawa jenggot. Ilmu yang harus dibawa, bukan yang simbolis. Selama kita dipecah belah, maka kita bodoh. Kalau umat Islam bersatu, maka akan hebat,” ujarnya seraya mengutip ayat Al-Qur’an tentang persaudaraan.

Ia juga menyoroti ironi di Indonesia, di mana 80 persen penduduknya Muslim, namun 90 persen ekonomi dikuasai oleh non-Muslim. “Kalau umat Islam hanya menunggu bansos, sementara yang beda etnis dengan kita adalah pekerja keras, itu masalah kita sendiri,” sindirnya, mengajak umat untuk introspeksi.

Deklarasi Masyarakat NTB: Tolak Agresi dan Genosida

Memasuki sesi inti, Dr. Karomi membacakan deklarasi pernyataan sikap masyarakat NTB yang mencermati situasi domestik dan internasional, terutama eskalasi konflik antara Israel dan Iran serta agresi di Gaza. Masyarakat NTB menilai serangan Israel ke Iran telah melanggar prinsip hukum internasional.

“Pembukaan UUD 1945 jelas menyatakan kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Sejak 1967, Israel telah menguasai secara sepihak tanah Palestina dengan dukungan militer Amerika,” ujar Dr. Karomi membacakan pernyataan.

Deklarasi tersebut juga menyoroti keresahan masyarakat terhadap politik luar negeri Indonesia akhir-akhir ini, terutama terkait keterlibatan Presiden Prabowo dalam Board of Peace di luar kerangka PBB. Situasi ini dinilai meresahkan karena dianggap dapat ditafsirkan sebagai keberpihakan Indonesia kepada Israel dan Amerika, di tengah genosida yang menewaskan puluhan ribu warga sipil di Gaza.

Poin-Poin Sikap Masyarakat NTB, Menegaskan konstitusi: Menolak segala bentuk penjajahan sesuai amanat UUD 1945; Mengecam agresi: Mengecam keras segala bentuk agresi militer terhadap negara berdaulat yang bertentangan dengan hukum internasional dan Piagam PBB; Solidaritas untuk Palestina: Menyatakan solidaritas dan dukungan penuh pada perjuangan rakyat Palestina untuk merdeka dan berdaulat.

Selanjutnya, mendorong politik bebas aktif: Meminta pemerintah Indonesia tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan tidak terlibat dalam blok manapun.

Tuntutan transparansi: Meminta pemerintah memberikan penjelasan transparan terkait keterlibatan Indonesia di forum internasional yang berkaitan dengan konflik Timur Tengah.

Desakan internasional: Mendesak komunitas internasional dan PBB mengambil langkah nyata untuk melindungi warga sipil dan mewujudkan perdamaian abadi di Palestina. Jaga persatuan: Mengajak masyarakat Indonesia untuk menjaga persatuan dan menyikapi isu internasional secara bijak tanpa menimbulkan perpecahan di dalam negeri.

Acara yang diawali dengan diskusi interaktif ini ditutup dengan harapan agar umat Islam kembali kepada jati dirinya. “Sudah dua Jumat masyarakat muslim tidak bisa masuk ke Masjid Al-Aqsa. Politik adu domba akan terus dibuat oleh Israel. Bukan untuk memusuhi Yahudi atau Nasrani, tapi kita harus jadi kuat,” pungkasnya. (rus)

IKLAN Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM
RELATED ARTICLES
IKLAN Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM




VIDEO