Kota Bima (Suara NTB) – Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, S.H., mengungkapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bima Tahun 2026, mengalami penurunan signifikan mencapai Rp303 miliar dari postur anggaran sebelumnya Rp1,093 triliun menjadi Rp790 miliar.
Hal tersebut disampaikan Feri Sofiyan saat menghadiri Safari Ramadan Pemerintah Kota Bima di Masjid Al-Aqsa, Lingkungan Tolotongga, Kelurahan Ule, Kecamatan Asakota, Senin, 9 Maret 2026.
Wawali menegaskan kondisi fiskal daerah serba terbatas,menuntut pemerintah untuk melakukan efisiensi serta menentukan prioritas pembangunan secara lebih terukur.
“Kebijakan efisiensi menuntut kita semua untuk lebih bijak dalam mengelola anggaran, dengan mengedepankan efisiensi serta ketepatan dalam menentukan prioritas pembangunan,” ujarnya.
Meski mengalami penurunan anggaran, Pemkot Bima tetap melanjutkan sejumlah program prioritas. Diantaranya, kelanjutan pembangunan ruang rawat inap RSUD Kota Bima, pengadaan tanah dukungan proyek NUFReP, pengaspalan jalan, pembangunan drainase, serta penataan Lapangan Serasuba.
Selain itu, pemerintah daerah juga melanjutkan program sosial dan keagamaan, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) daerah, bantuan rumah layak huni, serta hibah lanjutan pembangunan Masjid Agung Al-Muwahidin. Pemerintah juga tetap mengalokasikan anggaran untuk pelaksanaan MTQ serta pembayaran honor guru ngaji, imam, marbot, dan ketua RT/RW.
“Khusus untuk wilayah Kecamatan Asakota, Pemkot Bima mengalokasikan anggaran pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar sekitar Rp12 miliar pada tahun 2026. Anggaran tersebut tersebar di beberapa kelurahan,” sebutnya.
Program yang direncanakan antara lain, ganti rugi tanah untuk penataan Sungai Melayu, pembangunan drainase, rabat gang, peningkatan jalan lingkungan, serta peningkatan jaringan air bersih bagi masyarakat. Alokasi anggaran tersebut, berada di luar anggaran pemberdayaan masyarakat dan penguatan sektor perekonomian.
Pada kegiatan Safari Ramadan tersebut, Wawali juga menyerahkan bantuan paket Ramadan dari BAZNAS Kota Bima kepada masyarakat di Kelurahan Ule.
Ia mengajak masyarakat menjaga ketahanan sosial dan nilai-nilai keagamaan di lingkungan masing-masing. Peran tokoh agama dan tokoh masyarakat penting dalam menjaga kehidupan sosial masyarakat.
“Mari kita jaga bersama ketahanan sosial dan keagamaan di lingkungan kita. Jauhkan generasi kita dari berbagai penyakit sosial seperti narkoba, minuman keras, judi online, serta praktik pinjaman online yang mengandung riba. Peran tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat penting untuk terus membimbing dan menguatkan nilai-nilai moral di tengah masyarakat,” tutupnya. (hir)

