Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa, akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) selama bulan Ramadan. Pasalnya, ditemukan makanan diduga tidak sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN).
“Kami akan segera berkoordinasi dengan Korwil BGN terkait adanya SPPG yang menyalurkan MBG tidak sesuai dengan porsi kepada para siswa berdasarkan informasi dari media,” kata anggota Satgas MBG Dr. Rusmayadi, kepada wartawan, Rabu, 11 Maret 2026.
Satgas juga sudah menerima laporan dari salah satu sekolah di Kota Sumbawa. Mereka mengaku porsi yang diterima oleh siswa tidak sesuai bahkan dari nilai Rp15.000 per siswa untuk program tersebut, ternyata hasil pengakuan hanya Rp5.000 per porsi per siswa.
“Memang ada dua versi terkait informasi itu dan kami tetap akan melakukan pendalaman lebih lanjut termasuk mengevaluasi kembali pelaksanaan program itu selama bulan Ramadan,” ucapnya.
Evaluasi ini dinilai sangat penting dilakukan,supaya penerima program mendapatkan porsi sesuai yang ditetapkan pemerintah. Hal itu juga kata dia,dilakukan supaya program yang menjadi prioritas pemerintah tidak tercoreng gara-gara persoalan itu.
“Tetap akan kita lakukan evaluasi lebih lanjut. Kalau kita biarkan akan menimbulkan persoalan di kemudian hari, sehingga para penerima manfaat yang paling dirugikan,” ujarnya.
Ia menegaskan, pasca dilakukan evaluasi masih ada juga SPPG yang nakal, pihaknya tetap akan memberikan atensi khusus. Pihaknya juga akan bersurat ke Badan Gizi Nasional meminta dilakukan pemantauan secara khusus untuk memastikan tidak ada pelanggaran.
“Kami evaluasi dulu, ketika tidak ada perbaikan maka kami akan bersurat ke BGN untuk memberikan teguran ke SPPG tersebut. Jika tetap saja tidak mau berubah, maka kami usulkan akan dihentikan sementara operasionalnya,” tegasnya. (ils)

