BUPATI Lombok Timur (Lotim) H. Haerul Warisin menegaskan dirinya tidak anti terhadap kritik yang ditulis para wartawan. Disampaikan, bersama H. Moh. Edwin Hadiwijaya sudah setahun memimpin Lotim.
H. Iron – sapaan akrabnya tidak ingin, hanya karena alasan kedekatan sama pejabat membuat sikap kritis wartawan menjadi luntur. Terutama, terhadap kebijakan yang dibuat oleh dirinya selama memimpin Lotim.
“Dapat bertemu dengan masyarakat adalah sebuah kebahagiaan, bertemu dengan para wartawan pun demikian,” ujarnya pada acara buka puasa bersama dan silaturahmi dengan 102 insan pers di Pendopo Bupati Lotim, Kamis (12/3) sore.
Bupati menyampaikan rasa syukur dapat bertemu dan berbuka puasa bersama para jurnalis. Menurutnya, kebersamaan dengan insan pers memiliki nilai tersendiri di samping pertemuan langsung dengan masyarakat.
Di hadapan para wartawan, Bupati Haerul Warisin melontarkan candaan bahwa dirinya sangat ‘’takut ‘’’ pada profesi wartawan, karena kemampuan mereka dalam mengemas narasi dan membentuk opini publik. Meski demikian, ia menegaskan bahwa hal tersebut justru menjadi peran penting media sebagai kontrol sosial.
“Kalau tidak dikritik, program ini bisa rusak. Itulah mengapa saya kadang merasa harus berhati-hati bicara di depan komunitas wartawan,” ujarnya diselingi tawa.
Lebih lanjut, Bupati dua periode ini menegaskan bahwa dirinya tidak antikritik. Ia justru membuka lebar ruang bagi insan pers untuk mengawasi jalannya roda pemerintahan, baik di lingkungan Sekretariat Daerah maupun di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Saya sangat terbuka terhadap kritik dari insan pers. Terus ikuti dan awasi jalannya pemerintahan kami,” pintanya.
Acara buka puasa bersama berlangsung hangat dan penuh keakraban. Para wartawan yang hadir pun menyambut positif ajakan Bupati untuk terus bersinergi dalam membangun Lotim yang lebih baik melalui pemberitaan yang konstruktif. (rus)

