Mataram (suarantb.com) – Jumlah penerima manfaat bantuan pangan di Kota Mataram pada alokasi Februari–Maret 2026 mengalami peningkatan signifikan. Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Mataram mencatat, jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) meningkat sekitar 51 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Berdasarkan data Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), jumlah penerima bantuan pada alokasi Februari–Maret 2026 mencapai 46.983 KPM. Angka ini meningkat sebanyak 15.937 penerima dibandingkan alokasi Oktober–November 2025 yang tercatat sebanyak 31.046 KPM.
Kepala DKP Kota Mataram, Sudirman, mengatakan peningkatan jumlah penerima bantuan tersebut menunjukkan bahwa program bantuan pangan semakin menjangkau masyarakat yang membutuhkan, terutama kelompok masyarakat rentan yang terdampak kondisi ekonomi.
Menurutnya, program bantuan pangan merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan rumah tangga serta membantu meringankan beban pengeluaran masyarakat.
“Artinya kita patut bersyukur karena semakin banyak masyarakat yang bisa menerima bantuan ini. Harapannya bantuan ini benar-benar dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga penerima,” ujarnya, Jumat (13/3).
Ia menjelaskan, setiap penerima bantuan pangan (PBP) atau penerima manfaat akan menerima bantuan berupa 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng. Bantuan tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhan pangan pokok masyarakat selama periode penyaluran.
Program bantuan pangan ini juga menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat.
Pada peluncuran perdana program bantuan pangan tahun 2026, terdapat tiga kelurahan yang dijadikan lokasi percontohan penyaluran, yaitu Kelurahan Dasan Agung Baru, Monjok Timur, dan Mataram Barat. Penetapan tiga kelurahan tersebut dimaksudkan sebagai tahap awal untuk memastikan mekanisme distribusi berjalan dengan baik sebelum penyaluran diperluas ke seluruh wilayah.
Penyaluran bantuan di tiga kelurahan tersebut dilakukan langsung setelah program resmi diluncurkan. Proses distribusi melibatkan pemerintah kelurahan serta aparat terkait guna memastikan bantuan diterima langsung oleh masyarakat yang berhak.
Sudirman menambahkan, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Perum Bulog dan pemerintah kelurahan, agar proses penyaluran bantuan berjalan tertib dan tepat sasaran.
Sementara itu, untuk kelurahan lainnya di Kota Mataram, penyaluran bantuan akan dijadwalkan secara bertahap setelah Hari Raya Idulfitri. Penjadwalan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan logistik serta kelancaran distribusi di lapangan.
“Dengan penyaluran secara bertahap, diharapkan proses distribusi dapat berjalan lebih tertib dan seluruh bantuan dapat diterima masyarakat yang berhak tanpa kendala,” katanya.
DKP Kota Mataram juga mengimbau masyarakat penerima manfaat agar mengikuti jadwal pengambilan bantuan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan oleh pihak kelurahan. Hal ini penting untuk menghindari penumpukan warga saat proses penyaluran berlangsung.
Melalui program ini, pemerintah berharap kebutuhan pangan masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu di Kota Mataram, dapat terpenuhi dengan lebih baik. (pan)

