Giri Menang (suarantb.com) – Wujud toleransi antar umat beragama di Lombok Barat terbangun kuat di lingkup Pemkab, khususnya di Satpol PP. Dengan perayaan Idulfitri 1447 H dan Nyepi tahun Baru caka 1948/2026 yang beriringan atau berhimpitan, personel Satpol PP telah dibagi tugasnya dalam pengamanan pelaksanaan dua hari raya tersebut.
Personel yang beragama Hindu akan mengamankan jalannya ibadah Salat Idulfitri, sedangkan petugas beragama Muslim akan berjaga-jaga pada perayaan Hari Raya Nyepi. Kasatpol PP I Ketut Rauh, S.STP., mengatakan bahwa agenda selama bulan Ramadan sejauh ini berjalan, seperti pengawasan jam buka tutup usaha pariwisata. Dari hasil pantauan sementara, belum ada pelanggaran dari pengusaha hiburan. Kedua, kegiatan lain yang dilakukan selama puasa, ini penertiban reklame dan PKL di zona-zona terlarang.
Jika Idulfitri jatuh pada tanggal 20 Maret, pada malam harinya umat Hindu melaksanakan rangkaian hari raya Nyepi, yakni Catur Brata Penyepian.
Untuk pengamanan pada dua hari raya ini, pihaknya telah menyiapkan antisipasi. Nantinya yang melaksanakan pengamanan pawai takbiran dari anggota non-Hindu, karena pada saat itu personel yang Hindu tengah melaksanakan Catur Brata penyepian. “Nanti teman-teman yang Hindu menggantikan pada salat ibadah Salat Id, teman-teman Muslim bisa pulang salat Id berjamaah bersama keluarga,” ujarnya.
Pihaknya mengatur jadwal ini agar semua personel bisa melaksanakan ibadah masing-masing dengan tenang dan khusuk saat hari raya. Personel pun saling bantu pada saat penjagaan, sehingga terbangun toleransi antara umat beragama yang ada di satpol PP. Bahkan sebelum-sebelumnya, ketika hari raya tidak berhimpitan, personel diberikan hari libur satu hari.
Dalam pengamanan malam takbiran nanti, diterjunkan sebanyak 40 personel sedangkan untuk Nyepi sebanyak 20 orang. Personel ini keliling patroli dan ada yang berjaga di titik-titik perayaan ogoh-ogoh maupun malam takbiran.
Terkait antispasi terjadi perang kembang api atau petasan pada malam takbiran, pihaknya telah sejak dini melakukan antisipasi dengan pengendalian di hulu (pemasok). Sehingga pada Ramadan kali ini terbilang lebih tidak begitu marak seperti sebelum-sebelumnya. (her)

