Sabtu, Maret 14, 2026

BerandaBIMABanjir Bima, 698 KK Terdampak, 3 Hektare Lahan Terendam

Banjir Bima, 698 KK Terdampak, 3 Hektare Lahan Terendam

Bima (suarantb.com) – Banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Jumat, 13 Maret 2026 menyebabkan 698 kepala keluarga (KK) terdampak dan merendam sedikitnya 3 hektare lahan pertanian. Banjir dipicu hujan sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang yang terjadi sejak pukul 15.10 hingga sekitar 17.00 WITA.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, Nurul Huda mengatakan, bencana hidrometeorologi pada Jumat malam pukul 23.00 WITA, menyampaikan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat menyebabkan peningkatan debit air di sejumlah sungai di wilayah Kecamatan Lambu.

“Pada hari Jumat tanggal 13 Maret 2026 pukul 15.10 WITA bertempat di wilayah Kabupaten Bima dan sekitarnya terjadi hujan sedang-lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang,” ujarnya, Sabtu (14/3/2026).

Akibat peningkatan debit tersebut, aliran sungai dan drainase tidak mampu menampung volume air sehingga meluap ke permukiman warga, jalan raya, serta lahan pertanian.

Wilayah terdampak paling besar berada di Desa Sumi. BPBD mencatat sebanyak 394 kepala keluarga atau 1.214 jiwa terdampak dengan 394 unit rumah terendam banjir. Banjir setinggi sekitar 20 hingga 50 sentimeter melanda tiga RT, yakni RT 11, RT 12, dan RT 13.

“Luapan air tersebut setinggi 20-50 cm yang menyebabkan air meluap ke area pemukiman warga, jalan raya dan lahan pertanian warga Desa Sumi Kecamatan Lambu,” sebutnya.

Banjir juga melanda Desa Soro dengan 268 kepala keluarga atau 847 jiwa terdampak. Sebanyak 268 unit rumah terendam di empat dusun, yakni Dusun Panta Paju, Dusun Moti, Dusun Oi Ncinggi, dan Dusun Oi Wontu. Ketinggian air di wilayah ini dilaporkan berkisar antara 20 hingga 60 sentimeter.

Di Desa Rato, banjir berdampak pada 36 kepala keluarga atau 115 jiwa. Sebanyak 36 rumah terendam dengan ketinggian air sekitar 20 hingga 40 sentimeter. Air juga menggenangi jalan provinsi serta akses jalan di permukiman warga.

Sementara itu, di Desa Simpasai, luapan air dari sungai dan drainase merendam sekitar 3 hektare lahan pertanian serta menggenangi akses jalan desa.

Pihaknya memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Hingga Jumat malam, banjir di sebagian wilayah mulai berangsur surut dan warga mulai membersihkan lumpur yang masuk ke rumah.

“Tidak ada pengungsian akibat banjir tersebut dan masyarakat melakukan pembersihan lumpur,” tuturnya.

Saat ini, pihaknya masih melakukan pendataan lanjutan terhadap dampak banjir, terutama kerusakan lahan pertanian dan infrastruktur umum di wilayah terdampak.

Selain banjir, BPBD juga mencatat kejadian kebakaran rumah warga di Desa Lere, Kecamatan Parado pada Jumat (13/3) sekitar pukul 16.05 Wita. “Satu unit rumah panggung milik Nasution (50), seorang petani, hangus terbakar diduga akibat arus pendek listrik. Kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp100 juta, dan korban sementara mengungsi di rumah keluarga,” pungkasnya. (hir)

IKLAN Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM
RELATED ARTICLES
IKLAN
Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM




VIDEO