PEMKAB Lombok Barat (Lobar) menggelar pawai takbiran dan Salat Idulfitri 1447 Hijriah. Pelaksanaan takbiran dan Idul Fitri ini telah disiapkan bersama BKRM (Badan Komunikasi Remaja Masjid) dipusatkan di lingkungan Kantor Pemkab Lobar. Bagi peserta pemenang pawai takbiran ini, Pemkab telah menyiapkan hadiah.
Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini mengatakan pada perayaan hari raya Idulfitri kali ini, Pemkab bekerja sama dengan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) melaksanakan lomba takbiran yang lebih masif dan inklusif.
Pemerintah ingin memastikan bahwa gema takbir tidak hanya riuh di pusat kota, tetapi juga menyentuh hingga ke pelosok desa di wilayah selatan dan pusat kabupaten, seperti Kecamatan Kuripan, Gerung, dan Lembar.
Bupati LAZ percaya bahwa kolaborasi dengan organisasi kepemudaan masjid adalah kunci sukses untuk mempererat silaturahmi antarwarga. “Kita hidupkan kembali lomba takbir ini agar betul-betul lebih meriah,” tegasnya. Rute pawai takbiran ini dari mengitari kompleks kantor bupati Lobar.
Tahun ini, ujarnya, tantangan yang dihadapi cukup unik dan memerlukan langkah antisipatif, yakni potensi berdekatannya jadwal perayaan Idulfitri 1447 Hijriah dengan Hari Raya Nyepi umat Hindu. Menyikapi ini, pihaknya bergerak cepat memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan kerukunan tetap terjaga di wilayah yang dikenal sebagai miniatur keberagaman NTB ini.
Bupati menyadari bahwa kunci dari kedamaian adalah komunikasi yang intensif. Oleh karena itu, rapat koordinasi teknis segera dijadwalkan dengan melibatkan Forkopimda, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh lintas agama, kepolisian, hingga seluruh camat.
Fokus utamanya adalah merumuskan protokol penghormatan bersama agar kedua hari besar tersebut dapat berjalan berdampingan tanpa gesekan sedikit pun. Orang nomor satu di Lobar itu menegaskan bahwa keterlibatan semua pihak sangat krusial dalam mengantisipasi potensi kerawanan sosial.
“Kita undang FKUB, tokoh agama, tokoh masyarakat, kepolisian, semua camat untuk bersama-sama mengantisipasi. Jangan sampai nanti di tempat-tempat komunitas teman Hindu tidak kita hormati perayaan Nyepi-nya,” ujarnya.
Ia optimistis bahwa masyarakat Lobar memiliki kedewasaan tinggi, terutama jika berkaca pada tradisi Perang Topat yang menjadi simbol nyata harmoni antarumat beragama selama berabad-abad. (her)

