Senin, Maret 16, 2026

BerandaHEADLINEPerayaan Nyepi dan Idulfitri Beririsan, Gubernur Lalu Iqbal Ingatkan Warga Perkuat Toleransi...

Perayaan Nyepi dan Idulfitri Beririsan, Gubernur Lalu Iqbal Ingatkan Warga Perkuat Toleransi  

Mataram (suarantb.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948 yang akan berlangsung pada 19 Maret dan malam takbiran Idulfitri yang juga berlangsung 19-20 Maret tetap dilaksanakan di Kota Mataram. Meski waktu hari raya umat Hindu dan Islam ini beririsan, dipastikan perayaan penyambutan tetap jalan.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal memastikan tidak perlu ada kekhawatiran dalam pelaksanaan malam takbiran yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi.

“Dalam diskusi tadi tidak ada kekhawatiran. Kita optimistis karena masyarakat di NTB sudah ratusan tahun hidup bersama dan memahami bagaimana saling menghormati dan bertoleransi,” ujarnya saat dikonfirmasi usai rapat koordinasi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) NTB di Ruang Rapat Sangkareang Kantor Gubernur NTB, Senin (16/3/2026).

Hadir dalam rapat tersebut antara lain Wakapolda NTB, Kabinda NTB, perwakilan Korem 162/WB, Lanal Mataram, Lanud ZAM, Ketua FKUB NTB, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia NTB, Kapolresta Mataram, Asisten I Setda Kota Mataram, serta sejumlah perangkat daerah terkait.

Begitu juga berdasarkan kesepakatan antara Pemprov NTB dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) NTB, ogoh-ogoh akan dilaksanakan pada 18 Maret, sehingga tidak bersinggungan dengan malam takbiran Idulfitri.

Selain itu, dalam pelaksanaan pawai ogoh-ogoh kegiatan dimulai tepat pukul 12.00-18.00 Wita. Setelah pukul 18.00 Wita, tidak boleh lagi ada perayaan. Termasuk juga musik harus dihentikan ketika azan berkumandang sebagai bentuk saling menghormati antarumat beragama.

“Jadi ogoh-ogoh tetap jalan tanggal 18 Maret dengan kesepakatan-kesepakatan bersama mengenai bagaimana cara melakukannya. Waktunya kapan tidak boleh lebih dari jam 6. Dan mulai tepat jam 12,” katanya.

Sementara itu, malam takbiran Idulfitri akan berlangsung pada 19 Maret malam. Umat Islam dan umat Hindu di NTB sepakat untuk saling bekerja sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Tunjukkan Provinsi NTB Sangat Toleran

“Ini saatnya NTB menunjukkan bahwa kita adalah provinsi yang sangat toleran, menjunjung kebersamaan, dan saling menghargai antar keyakinan,” sambungnya.

Pawai ogoh-ogoh diperkirakan akan terpusat di Kota Mataram, namun sejumlah kecamatan lain di Lombok Barat. Seperti Narmada, Lingsar, dan Kabupaten Lombok Utara juga berencana menggelar kegiatan serupa dengan skala yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk memastikan keamanan pelaksanaan, Polda NTB disebut telah menyiapkan personel keamanan di seluruh wilaya. Ini untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman dan kondusif.

“Baik Nyepi maupun Idulfitri memiliki esensi yang sama, yaitu pensucian diri. Dengan dua umat besar yang menjalankan ibadah tersebut, masyarakat NTB diharapkan dapat menjaga kedamaian dan ketertiban bersama,” tutupnya. (era)

IKLAN Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM

IKLAN

RELATED ARTICLES
IKLAN


Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM




VIDEO