Sumbawa Besar (suarantb.com) – Otoritas Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin, Kabupaten Sumbawa memprediksikan puncak arus mudik lebaran tahun 2026 terjadi tanggal 19 Maret dan arus balik diprediksi terjadi pada tanggal 23-24 Maret 2026.
“Pergerakan penumpang saat ini meningkat cukup signifikan dibandingkan hari-hari biasa. Kami memprediksi peningkatan penumpang terjadi hingga tanggal 19 Maret,” kata Kepala Bandara Sumbawa Tri Pono Basuki Wijianto kepada Suara NTB, Selasa (17/3/2026).
Ia melanjutkan, pada tanggal 14-15 Maret tercatat jumlah penumpang baik yang berangkat maupun pulang meningkat hingga 70 persen. Hal tersebut terjadi karena rata-rata masyarakat Sumbawa yang kembali ingin menghabiskan waktu yang cukup lama bersama keluarga.
“Kalau untuk hari ini (17 Maret 2026, red) jumlah penumpangnya cenderung turun dibandingkan dua hari lalu. Biasanya puncaknya lagi terjadi H-1 lebaran nanti di tanggal 19 Maret,” ucapnya.
Secara keseluruhan terhitung sejak bulan Januari-Maret tingkat pertumbuhan penumpang di Bandara Sumbawa mencapai 80 persen, baik yang tiba maupun yang berangkat. Bahkan jumlah penumpang hariannya memang belum 100 persen untuk keterisian kursi melainkan hanya 80 persen.
“Memang ada peningkatan pertumbuhan penumpang di bandara. Namun, untuk keterisian kursi belum 100 persen. Baru sekitar 70 hingga 80 persen baik yang berangkat maupun pulang,” jelasnya.
Kondisi itu tentu berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, salah satunya dari jasa transportasi. Hal ini terjadi, karena para penumpang pesawat yang tiba di Sumbawa pasti membutuhkan akomodasi ke beberapa destinasi wisata yang akan dikunjungi.
“Banyak keuntungan yang kita dapatkan, sehingga perputaran ekonomi di masyarakat akan lebih menggeliat,” timpalnya.
Dia pun berharap semoga penambahan rute bisa berjalan lancar dan bisa bertahan lama (Sumbawa-Denpasar) dan dua kali penerbangan Sumbawa-Lombok. Sehingga mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dari sektor wisata dan meningkatkan investasi di Sumbawa.
“Penambahan rute baru ini diharapkan mampu mendongkrak perekonomian sehingga akses transportasi masyarakat bisa lebih cepat ke daerah tujuan,” tukasnya. (ils)

