Mataram (suarantb.com) – Universitas Mataram (Unram) menggelar rapat pimpinan di Ruang Sidang Rektor, Rektorat Unram, pada Selasa, 17 Maret 2026. Rapat kali ini dihadiri oleh Rektor Unram, Prof. Dr. Sukardi, M.Pd., beserta seluruh jajaran pimpinan dan dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Sitti Hilyana, M.Si.
Terdapat beberapa poin penting yang menjadi perhatian dalam diskusi ini. Rapat pimpinan menegaskan komitmen Unram dalam mendorong transformasi kampus berdampak melalui penguatan akreditasi nasional dan internasional serta percepatan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) sebagai langkah strategis menuju World Class University.
Selain itu, transformasi akademik menjadi fokus utama melalui implementasi kurikulum Outcome-Based Education (OBE) dengan pendekatan project-based learning dan experiential learning. Skema ini dirancang untuk menghasilkan lulusan yang adaptif, kompeten, serta siap memasuki dunia kerja, berwirausaha, maupun melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.
Penguatan program kemahasiswaan juga menjadi perhatian serius. Unram mendorong penyediaan hibah mini bagi mahasiswa, dukungan praktikum lapangan, serta pengembangan Kuliah Kerja Nyata (KKN) berbasis proyek berkelanjutan di bidang sosial, ekonomi, lingkungan, pendidikan, dan teknologi agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pada bidang riset dan pengabdian, pimpinan universitas menekankan pentingnya peningkatan reputasi publikasi ilmiah, dukungan pendanaan kolaborasi dan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), serta inisiasi program Profesor Berdampak yang bersifat multidisiplin guna memperluas kontribusi akademik bagi pembangunan daerah dan nasional.
Sementara itu, penguatan tata kelola modern juga diarahkan pada optimalisasi aset universitas, penguatan sistem digital myUnram, pengembangan Rumah Sakit Unram, serta berbagai strategi untuk mendukung kemandirian finansial dan tata kelola kampus yang transparan serta berkelanjutan.
Rektor Unram, Prof. Sukardi, menegaskan bahwa transformasi yang dilakukan bukan sekadar penyesuaian administratif, melainkan langkah nyata untuk memastikan keberadaan kampus memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kampus berdampak bukan hanya slogan, tetapi komitmen kita bersama untuk memastikan pendidikan, riset, dan pengabdian yang dilakukan Unram benar-benar memberi solusi bagi kebutuhan masyarakat serta meningkatkan daya saing institusi di tingkat global,” tegasnya.
Senada dengan itu, Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Sitti Hilyana, menyampaikan bahwa transformasi akademik harus menyentuh proses pembelajaran secara menyeluruh.
“Kurikulum berbasis OBE yang dipadukan dengan pembelajaran berbasis proyek dan pengalaman lapangan akan membentuk lulusan yang lebih adaptif, kreatif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berkembang,” jelasnya.
Melalui rapat pimpinan ini, jajaran pimpinan Unram menyepakati langkah bersama untuk memastikan setiap program kerja tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah. (ron)

