Selong (suarantb.com) – Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Timur H. M. Juaini Taofik resmi diperpanjang oleh Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin. Penyerahan SK ini dibeirian langsung Bupati Lotim didampingi Wakil Bupati H. Moh. Edwin Hadiwijaya di Pendopo Bupati, Rabu (18/3/2026).
Bupati yang akrab disapa Haji Iron ini menegaskan bahwa keputusan memperpanjang jabatan Juaini Taofik sebagai Sekda Lombok Timur bukanlah tanpa alasan. Menurutnya, kebijakan ini merupakan hasil evaluasi mendalam terhadap kinerja sang Sekda selama setahun terakhir.
Selama satu tahun satu bulan menjabat, Bupati mengaku terus memantau kinerja Sekda Juaini. “Saya melihat komunikasi dan kerja sama antar perangkat daerah berjalan sangat baik di bawah kepemimpinan beliau sebagai Sekda,” ujar H. Iron.
Menurutnya, posisi Sekda Lombok Timur sangat krusial sebagai dapur pemerintahan yang harus mampu merawat stabilitas dan menggerakkan birokrasi. Juaini Taofik dinilai berhasil memberikan dukungan penuh terhadap tugas-tugas kepala daerah dalam memajukan Lotim..
Proses penilaian terhadap Juaini Taofik disebut berjalan ketat. Beberapa poin krusial yang menjadi perhatian tim Panitia Seleksi (Pansel) meliputi strategi dalam memajukan daerah, kemampuan mengelola koordinasi lintas sektor secara harmonis, serta kepatuhan terhadap regulasi dan administrasi yang berlaku.
“Pertanyaan dari tim Pansel sangat tajam, termasuk bagaimana menjadi dapur yang baik untuk merawat semuanya. Ternyata, beliau lulus dan saat diajukan ke pusat, semuanya clear secara aturan. Tidak ada masalah, maka langsung kita tetapkan,” tegas Bupati H. Iron.
Bupati berharap akselerasi program pembangunan dapat terus terjaga tanpa hambatan transisi kepemimpinan di tingkat sekretariat daerah. Keputusan ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara eksekutif dan birokrasi demi kemajuan Lotim.
Momen penting tersebut dirangkaikan dengan acara peringatan Nuzulul Qur’an tingkat kabupaten dan pembayaran zakat serentak di lingkungan Pemerintah Daerah serta masyarakat Lombok Timur. Pemilihan waktu yang khidmat ini seolah menjadi simbol keberkahan bagi kelanjutan roda birokrasi di daerah tersebut. (rus)

