Giri Menang (suarantb.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Pemkab Lobar) bersama panitia pelaksana Festival Gema Takbir menyiapkan sejumlah skenario dalam pelaksanaan pawai takbiran. Hal ini dibahas dalam rapat final di Kantor Pemkab Lobar, pada Selasa (17/3/2026).
Rapat dipimpin langsung oleh Asisten I Setda Lombok Barat, H. Saepul Ahkam dan dihadiri Kasat Pol PP, pihak Polres Lombok Barat, Dinas Kominfotik, Dinas Perhubungan, Ketua Panitia, Kabag Kesra, serta sejumlah undangan terkait.
Dalam pelaksanaan lomba pawai takbiran ini telah dibentuk panitia berdasarkan Keputusan Bupati Lombok Barat Nomor 100.3.3.2/193/Kesra/2026. Ketua panitia, Mutholib, menjelaskan bahwa tema lomba tahun ini adalah semarak takbiran ini intim memperkuat ukhuwah dan mewujudkan Lombok Barat Sejahtera dari Desa.
Ia menegaskan peserta Festival Gema Takbir wajib mematuhi aturan yang telah disepakati dalam technical meeting, di antaranya tinggi miniatur maksimal 3 meter dan jumlah peserta minimal 50 orang per kafilah. Diskusi dalam rapat berlangsung dinamis, terutama terkait penentuan waktu pelaksanaan yang masih bergantung pada penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah.
Menyikapi hal tersebut, Asisten I H. Saepul Ahkam mengambil langkah strategis. “Kita melihat perkembangan hingga Kamis pagi, sambil menentukan langkah berdasarkan situasi real time. Kita siapkan dua skenario,” ujar Ahkam.
Skenario yang disepakati meliputi, Plan A jika 1 Syawal jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026 maka pelaksanaan relatif aman karena penetapan melalui sidang isbat dilakukan Kamis malam. Selanjutnya Plan B, jika 1 Syawal jatuh pada Jumat 20 Maret 2026, peserta diminta bersiap di lokasi masing-masing sejak sore hari.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Setda Lobar Hj. Mutmainnah menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai religius dalam pelaksanaan kegiatan Festival Gema Takbir. Ia berharap pawai takbiran tidak hanya meriah, tetapi juga mengedepankan akhlak dan menjadi sarana syiar Islam. “Pawai takbiran ini bukan sekadar lomba, tetapi ajang mempererat silaturahmi, wadah kreativitas, serta sarana pendidikan karakter dan pelestarian budaya,”ujarnya.
Selain aspek religius dan sosial, kegiatan ini juga diyakini berdampak positif terhadap ekonomi masyarakat. Sepanjang rute pawai, pelaku UMKM berpotensi mendapatkan manfaat dari aktivitas pengunjung dan peserta. Bahkan, kawasan alun-alun Giri Menang Park (GMP) disebut sebagai salah satu titik strategis yang dapat menjadi lokasi swafoto sekaligus ikon kemajuan daerah.
Dengan persiapan yang matang dan koordinasi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat optimistis pelaksanaan pawai takbiran tahun ini akan berlangsung semarak, tertib, dan penuh makna. (her)

