Kota Bima (suarantb.com) – Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin mengajak masyarakat lebih bijak menggunakan media sosial dan menjaga persatuan pada momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan rasa syukur setelah masyarakat menjalani ibadah Ramadan selama sebulan penuh. Ia menilai Idulfitri merupakan momentum penting untuk memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kota Bima, saya menyampaikan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Minal Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin kepada seluruh masyarakat Kota Bima di manapun berada,” ungkapnya.
Di era digital saat ini, Wali Kota mengingatkan masyarakat untuk tidak menjadikan media sosial sebagai ruang konflik dan perdebatan yang tidak produktif.
“Di era digital saat ini, saya juga mengajak kita semua untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Jangan sampai ruang digital justru dipenuhi dengan kegaduhan, prasangka, dan perdebatan yang tidak produktif. Mari kita kurangi energi untuk hal-hal yang tidak membawa manfaat,” pesannya.
Ia berharap momentum Idulfitri menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan dan kebersamaan sebagai kekuatan utama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di Kota Bima.
Menurutnya, Idulfitri tidak sekadar perayaan tahunan, tetapi menjadi momen refleksi untuk kembali kepada fitrah. Ramadan telah mengajarkan kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama.
Ia mengajak masyarakat menjadikan hari raya sebagai kesempatan untuk mempererat silaturahmi dan membangun semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu, masyarakat juga diminta mendoakan kemajuan Kota Bima agar tetap aman, damai, dan berkembang.
“Saya juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan Kota Bima yang kita cintai ini, agar selalu diberikan keberkahan, keamanan, kedamaian, serta kemajuan pembangunan yang membawa kesejahteraan bagi seluruh warga,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyampaikan perkembangan sektor kesehatan di Kota Bima. Pemerintah Kota Bima saat ini, tengah membangun fasilitas rawat inap baru di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bima dengan kapasitas sekitar 100 tempat tidur.
“Insyaallah dalam waktu dekat akan segera dilakukan proses pemindahan layanan dari RSUD lama yang berada di Ranggo ke gedung RSUD yang baru, sehingga pelayanan kesehatan dapat berjalan lebih optimal, nyaman, dan representatif bagi masyarakat,” ucapnya.
Ia menambahkan, RSUD Kota Bima ke depan diproyeksikan menjadi pusat layanan KJSU-KIA. Program ini merupakan prioritas nasional yang berfokus pada penanganan penyakit berat seperti kanker, jantung dan pembuluh darah, stroke, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak.
Dengan penguatan fasilitas dan sumber daya, pemerintah berharap pelayanan kesehatan di daerah dapat semakin cepat dan lengkap. Hal ini juga diharapkan mampu mengurangi jumlah pasien yang harus dirujuk ke rumah sakit di luar daerah.
Wali Kota mengakui keterbatasan fiskal daerah masih menjadi tantangan dalam pembangunan. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap optimistis dan berperan aktif dalam pembangunan daerah.
Ia menegaskan pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun daerah. Pelaku usaha diharapkan terus menggerakkan ekonomi, pemuda diminta mengembangkan kreativitas, dan masyarakat menjaga semangat gotong royong di lingkungan masing-masing.
Selain itu, ia juga mengajak tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk aktif memberikan bimbingan moral kepada masyarakat. Menurutnya, berbagai tantangan sosial seperti narkoba, judi online, dan kenakalan remaja perlu ditangani bersama. (hir)

