Mataram (suarantb.com) – Enam jalur pendakian ke Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) pada 1-4 April ludes terjual. Semua kuota yang dibuka melalui aplikasi E-Rinjani terpantau berstatus quota exceeded (melebihi kuota).
Enam jalur pendakian Rinjani di antaranya yaitu jalur wisata pendakian Senaru di Kabupaten Lombok Utara, jalur wisata pendakian Torean di Kabupaten Lombok Utara, dan jalur wisata pendakian Sembalun di Kabupaten Lombok Timur.
Selanjutnya ada jalur wisata pendakian Timbanuh di Kabupaten Lombok Timur, jalur wisata pendakian Tetebatu di Kabupaten Lombok Timur, serta jalur wisata pendakian Aik Berik di Kabupaten Lombok Tengah.
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), Budhy Kurniawan, mengatakan terjadi lonjakan pemesanan pendakian setiap hari yang didominasi oleh wisatawan domestik. Berdasarkan data per Senin 23 Maret 2026, tercatat ratusan pendaki telah mengamankan kuota setiap harinya.
Sebagai contoh, pada 1 April, kuota 219 orang sudah terisi penuh (181 WNI dan 38 WNA). Kondisi serupa terjadi pada 2 hingga 4 April dengan rata-rata di atas 200 pendaki per hari. Dengan total selama empat hari sudah ada 870 pendaki yang memesan tiket pendakian.
Dengan masing-masing pada 1 April sebanyak 218 pendaki dengan 181 pendaki domestik dan 38 pendaki mancanegara. Pada 2 April terdapat 222 pendaki yang telah memesan, dengan 189 merupakan pendaki dalam negeri, 33 orang dari luar negeri. Pada 3 April 2026, juga sama, ada 222 pendaki yang telah memesan tiket pendakian Rinjani, 195 di antaranya merupakan pendaki domestik, 27 mancanegara. Terjadi penurunan pada 4 April yaitu menjadi 207 pemesanan, 189 merupakan pendaki domestik, 18 mancanegara.
“Ini total semua yang booking di enam jalur pendakian. Dan yang full serta ramai peminat tetap jalur Sembalun,” jelasnya.
BTNGR sebelumnya telah membuka pemesanan tiket pendakian secara daring sejak 6 Maret 2026 melalui aplikasi E-Rinjani. Sistem ini diterapkan untuk mengatur jumlah kunjungan sekaligus menjaga kelestarian kawasan taman nasional.
Budhy mengimbau calon pendaki yang belum mendapatkan kuota agar merencanakan ulang jadwal pendakian dan melakukan pemesanan lebih awal untuk periode berikutnya. Ia juga mengingatkan pentingnya mematuhi aturan dan prosedur pendakian demi keselamatan serta menjaga ekosistem Gunung Rinjani. (era)

