Rabu, Maret 25, 2026

BerandaNTB30 Persen Area Terumbu Karang di Sekotong Ditemukan Mati

30 Persen Area Terumbu Karang di Sekotong Ditemukan Mati

Mataram (suarantb.com) – Area terumbu karang di Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Gita Nada, Sekotong ditemukan dalam kondisi memprihatinkan. Bahkan, sekitar 30 persen dalam kondisi mati. Temuan itu berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh tim Indonesian Blue Foundation (IBF) atau Terumbu Indonesia Biru.

Dalam survei tersebut, terdapat empat kawasan dengan kondisi terumbu karang yang sangat mengkhawatirkan yaitu Gili Genting, Gili Nanggu, Taket Dalem, dan Gili Asahan, yang mana rata-rata lebih dari 30 persen area terumbu karang ditemukan dalam kondisi mati atau berupa rubble (pecahan karang).

Adanya kondisi ini, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, H. Muslim, ST., M.SI., meminta Yayasan Terumbu Indonesia Biru agar segera mengurus berbagai perizinan untuk menyelesaikan permasalahan di perairan Lombok Barat tersebut.

“Khususnya izin pemanfaatan kawasan konservasi kepada pengelola kawasan dalam hal ini UPT BLUD BPSDKP Wilayah Lombok. Hal ini sangat penting dilakukan mengingat lokasi yang direncanakan sebagai zona restorasi terumbu karang berada di dalam kawasan konservasi,” ujarnya.

Untuk penanganan, perlu adanya upaya restorasi dan transplantasi karang guna memulihkan ekosistem terumbu karang sekaligus mendukung keberlanjutan aktivitas pariwisata bahari di kawasan tersebut. Selain rencana kegiatan restorasi, pihak IBF kata Muslim berkomitmen untuk memberikan bimbingan teknis (bimtek) kepada para boatman dan tour guide di kawasan tersebut.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para pelaku wisata dalam memberikan pelayanan yang baik kepada wisatawan, sekaligus mengedukasi mereka agar dapat mengarahkan pengunjung ke lokasi-lokasi yang aman dan tepat untuk menikmati keindahan terumbu karang tanpa merusak ekosistem yang ada.

Ia juga menyampaikan dukungan dan apresiasi atas inisiatif dari rencana kerja yang diajukan oleh IBF. Dengan adanya kegiatan restorasi terumbu karang, diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya pemulihan ekosistem pesisir sekaligus mendukung pengelolaan kawasan konservasi yang berkelanjutan serta pengembangan pariwisata bahari di wilayah Sekotong.

Selain di kawasan Sekotong, terumbu karang di Gili Trawangan, Meno, Air (Tramena) juga menjadi perhatian. Tahun lalu, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) NTB sempat melaporkan masalah kerusakan ekosistem terumbu karang di Gili Tramena ke Jaksa Agung. Kerusakan itu diduga diakibatkan adanya aktivitas yang tidak berkelanjutan serta lemahnya pengawasan. (era)

IKLAN
Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN


Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM




VIDEO