Mataram (suarantb.com) – Libur panjang Idulfitri dan Hari Raya Nyepi 2026 menjadi berkah tersendiri bagi Desa Wisata Bawak Goak di Desa Sesaot, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat.
Destinasi wisata berbasis alam ini dipadati pengunjung dari berbagai daerah, bahkan hingga luar provinsi seperti Jakarta dan Makassar, yang ingin menikmati kesegaran air sungai pegunungan.
Suasana di bantaran Sungai Sesaot tampak semarak pada Senin, 22 Maret 2026. Ribuan wisatawan memadati area wisata yang dikenal dengan aliran airnya yang jernih dan sejuk ini.
Pengunjung menikmati suasana alam, kesejukan air, sembari menyeruput kopi dan menu-menu kecil yang dijajakan pedagang di bantaran sungai. Arus sedikit deras, karena hujan kadang-kadang mengguyur di Lombok justru menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi pengunjung yang ingin merasakan sensasi arung jeram sederhana menggunakan ban karet.
Pengelola Tempat Wisata Sungai Bawak Goak, Abdul Rasyid Hamdani, mengatakan bahwa lonjakan pengunjung pada libur Lebaran tahun ini cukup signifikan.
“Pengunjung datang tidak hanya dari Lombok, tetapi juga dari luar daerah seperti Sulawesi dan Jakarta. Mereka tertarik menikmati wisata alam yang masih asri dan alami,” ujarnya.
Sungai Sesaot sendiri dikenal sebagai salah satu sumber mata air utama di Lombok Barat dan Kota Mataram. Kawasan ini berada di dalam wilayah hutan lindung Sesaot yang memiliki kekayaan vegetasi tropis serta udara yang sejuk. Kondisi tersebut menjadikan kawasan ini tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai penyangga ekosistem penting di Pulau Lombok.
Keunggulan utama Desa Wisata Bawak Goak terletak pada perpaduan antara keindahan alam dan fasilitas yang terus berkembang. Di sepanjang bantaran sungai, pengunjung dapat menemukan berbagai pedagang kaki lima yang menawarkan aneka kuliner khas Lombok Barat, seperti sate bulayak, pelecing, rujak, dan aneka jajanan tradisional, hingga ikan bakar.
Selain itu, fasilitas penunjang seperti tempat ganti pakaian, musala, dan kamar kecil juga telah tersedia dengan cukup memadai. Hal ini membuat wisatawan merasa nyaman untuk berlama-lama menikmati suasana alam bersama keluarga.
Menurut Abdul Rasyid, pengelolaan destinasi ini melibatkan masyarakat setempat secara langsung. Retribusi masuk yang relatif terjangkau, yakni Rp2.000 per orang, dimanfaatkan untuk pemeliharaan kawasan dan peningkatan fasilitas wisata.
Akses menuju Desa Wisata Bawak Goak pun tergolong mudah. Dari Kota Mataram, perjalanan dapat ditempuh sekitar 30 hingga 45 menit dengan kendaraan. Jalur yang relatif lancar tanpa kemacetan berarti menjadi nilai tambah bagi wisatawan yang ingin berlibur tanpa harus menempuh perjalanan panjang.
Dengan potensi alam yang dimiliki, Desa Wisata Bawak Goak di Sesaot semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu destinasi favorit di Pulau Lombok, khususnya saat momentum libur panjang. Keasrian lingkungan, kesejukan air sungai, serta keterlibatan masyarakat lokal menjadi daya tarik yang sulit ditandingi.
Di tengah meningkatnya minat wisata berbasis alam, keberadaan kawasan seperti Sesaot tidak hanya memberikan pengalaman rekreasi, tetapi juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Bagi para pengunjung, liburan di Sungai Sesaot bukan sekadar melepas penat, tetapi juga menikmati harmoni antara manusia dan alam yang masih terjaga. (bul)

