Rabu, Maret 25, 2026

BerandaNTBSUMBAWASumbawa Butuh Rp20 Miliar Demi Bangun Pasar Induk Sumer Payung

Sumbawa Butuh Rp20 Miliar Demi Bangun Pasar Induk Sumer Payung

Sumbawa Besar (suarantb.com) – Pemkab Sumbawa, memperkirakan kebutuhan anggaran untuk proses pembangunan pasar induk yang berada di belakang terminal Sumer Payung sebesar Rp20 miliar lebih termasuk fasilitas penunjang.

“Saat ini kita tengah menyelesaikan studi kelayakan dan detail engineering design (DED) terlebih dahulu. Kita juga sudah menyiapkan lahan seluas 10 hektare,” kata Kepala Dinas KUKMindag Sumbawa, E. S. Adi Nusantara kepada Suara NTB melalui sambungan telepon, Selasa (24/3/2026).

Adi melanjutkan, penyusunan Feasibility Studi (FS) atau studi kelayakan dan DED itu dilakukan sebagai bahan kelengkapan dokumen perencanaan sebelum diusulkan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). FS dan DED tersebut ditargetkan rampung tahun ini (2026).

“Kita fokuskan ke FS dan DED dulu tahun ini, harapannya di tahun 2027 anggaran pembangunan dari kementerian PUPR bisa terealisasi dan bisa segera dibangun,” ucapnya.
Ia pun meyakinkan, pembangunan pasar induk tersebut dilakukan pemerintah untuk memaksimalkan potensi pendapatan daerah. Sebab di lokasi tersebut nantinya tidak hanya pasar induk melainkan akan dibangun pergudangan yang bisa disewakan oleh pemilik modal yang akan berinvestasi di Sumbawa.

“Jadi, pasar yang akan kita bangun ini memiliki dua fungsi yakni pasar pada hakikatnya dan gudang. Sehingga pendapatan daerah bisa meningkat dari sektor penyewaan gudang,” ujarnya.

Disinggung terkait kelanjutan nasib pasar Seketeng yang eksis saat ini, ia mengaku bahwa rencana ke depan pasar ini akan dijadikan pasar modern. Selain itu pasar tersebut juga akan dijadikan sebagai sentra kuliner dan kerajinan khas Sumbawa yang bisa dikunjungi oleh para wisatawan.

“Kita tetap akan fungsikan pasar Seketeng ini tidak kita tinggalkan begitu saja. Apalagi di pasar Seketeng sebagai sentra kuliner dan kerajinan sehingga akan memberikan dampak bagi daerah,” jelasnya.

Selain pasar Induk, Pemkab Sumbawa juga tengah mengkaji untuk proses pembangun coldstorage di lahan pemerintah yang berada di lahan tersebut. Kajian itu diperlukan mengingat lokasi itu dianggap sebagai lokasi alternatif potensial untuk pengembangan fasilitas pengolahan udang.

“Ada dua yang akan kita bangun di lokasi itu yakni pasar induk dan cold storage sehingga kedepan Sumbawa bisa menjadi gerbang ekspor untuk komoditas udang,” tukasnya. (ils)

IKLAN
Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN


Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM




VIDEO