Bima (Suara NTB) – Tempat wisata Air terjun Oi Ma Rai di Desa Kawinda Toi Kecamatan Tambora Kabupaten Bima merupakan salah satu destinasi wisata yang dikelola Taman Nasional Gunung Tambora. Memiliki beberapa air terjun dengan sumber air yang jernir dari kaki Gunung Tambora menjadikan destinasi ini cukup diminati pengunjung.
Kendati harus menempuh perjalanan sekitar 3 jam dari pusat Kota Dompu, wisatawan akan merasa terbayarkan dengan kesejukan alam dan keindahan air terjunnya. Apalagi untuk menuju air terjun Bidadari Sungai Oi Ma Rai dengan ketinggian 21 meter hanya butuh waktu 5 menit perjalanan dari area parkir kendaraan.
Di atas air terjun ini masih ada dua air terjun, yaitu air terjun Selendang Putih dengan ketinggian tiga meter, dan air terjun Kalanggo dengan ketinggian 100 meter. Air terjun Kalanggo ini berada di sekitar 700 MDPL dan belum ada akses yang baik untuk wisatawan. Sehingga para pengunjung hanya menuju air terjun Bidadari.
Untuk masuk ke area pengelolaan Balai Taman Nasional, pengunjung cukup membayar tiket masuk Rp10 ribu per orang pada hari kerja dan Rp15 ribu per orang pada hari libur. Di sepanjang jalur menuju air terjun Bidadari, pengunjung melewati Sungai yang jernih dan alam yang asri, sehingga tidak membosankan.
Setiap pengunjung yang ke Oi Ma Rai akan masuk melewati gerbang utama yang dikelola pemerintah desa setempat. Pengunjung cukup membayar biaya parkir Rp15 ribu per mobil, Rp10 ribu per motor, dan Rp5 ribu per orang. Biaya masuk ini belum termasuk biaya masuk ke area yang dikelola Balai Taman Nasional Tambora. Tapi untuk biaya parkirnya sudah termasuk untuk parkir ke area taman nasional.
Area di luar pengelolaan Taman Nasional Tambora, juga mengalir air Sungai Oi Ma Rai. Air yang jernih dan deras ini menjadi area yang dikelola pemerintah Desa Kawinda Toi Kecamatan Tambora Kabupaten Bima. Pada area ini juga terdapat air terjun Tangga Seribu di Nguwu la Hadu dengan ketinggian sekitar 25 meter.
Selain menikmati keindahan air terjun dan jernihnya Sungai Oi Ma Rai, wisatawan pecinta arum Jeram juga bisa menikmati alam Sungai di sini. Cukup menyerahkan Rp25 ribu per orang, bisa mendapatkan fasilitas APD untuk arum Jeram dan mendapat pengawalan dari petugas di titik-titik pemantauan.
Sungai Oi Ma Rai ini juga menjadi jalur pendakian ke gunung Tambora untuk jalur Kawinda Toi Kecamatan Tambora. Pada jalur ini, pengunjung bisa mendaki Tambora hingga ketinggian 2497 MDPL.
Adi Kurniawan, kepala Resort Kawinda Toi mengaku, untuk saat ini pendakian ke puncak Tambora ditutup akibat cuaca buruk beberapa waktu lalu. Penutupan jalur pendakian ini berlanjut dengan peningkatan status gunung Tambora dari level 1 (normal) ke level 2 (Waspada). “Untuk saat ini masih ditutup jalur pendakian ke Tambora. Kita hanya buka untuk wisatawan si sekitar yang tidak masuk dalam zona waspada,” jelas Adi Kurniawan.
Sejak libur lebaran Idul Fitri 1447 H, Adi Kurniawan mengaku, kunjungan wisatawan ke daerah wisata Oi Ma Rai puncaknya pada Minggu (22/3/2026) dengan jumlah kunjungan 302 orang. Pada Sabtu (21/3/2026) saat lebaran Idulfitri dan 19 orang pengunjung. “Hari (Senin, 23/3/2026) ini kita perkirakan sekitar 110 orang,” ungkapnya. (ula)

