Kamis, Maret 26, 2026

Berandalombok tengahDiduga Akibat Tanah Amblas, Sembilan Rumah di Desa Kuta Rusak

Diduga Akibat Tanah Amblas, Sembilan Rumah di Desa Kuta Rusak

 

Praya (Suara NTB) – Sebanyak sembilan keluarga yang tinggal di Dusun Emate Desa Kuta Kecamatan Pujut, Lombok Tengah (Loteng) saat ini terpaksa harus mengungsi ke tempat yang aman. Setelah rumah mereka rusak diduga akibat tanah disekitar pemukinan amblas.
Tidak ada korban jiwa ataupun luka-luka yang dilaporkan. Namun warga mengaku tidak berani kembali kerumah karena khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.


Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Loteng H. Ridwan Ma’ruf yang dikonfirmasi Suara NTB, Kamis (26/3) kemarin, mengungkapkan kasus tanah amblas tersebut terjadi sekitar bulan Februari 2026. Namun baru saat ini dilaporkan oleh warga.


“Kejadiannya (tanah amblas) terjadi pada bulan Februari lalu. Tetapi baru sekarang dilaporkan ke kami. Total sejauh ini ada sembilan rumah yang dilaporkan mengalami kerusakan,” sebutnya.


BPBD Loteng sendiri sudah turun ke lokasi untuk melakukan asesemen sekaligus menyerahkan bantuan tanggap darurat kepada warga yang terdampak. Warga sendiri sejauh ini memilih untuk tinggal sementara waktu dirumah keluarganya. Ada juga yang tinggal di lokasi yang dinilai aman.
Menurutnya, warga tidak berani kembali ke rumahnya lantaran kondisi tanah yang turun. Rumah warga juga banyak yang rusak parah. Sehingga tidak bisa ditempati lagi. “Informasi dari warga sebelum kejadian, warga sempat mendengar suara gemuruh. Setelah itu tanah di sekitar lokasi mulai amblas,” ujarnya.


Lokasi pemukinan warga itu sendiri berada di area perbukitan yang letaknya cukup jauh dari pusat desa. Dengan kondisi jalan yang cukup berat membuat lokasi tersebut cukup sulit untuk dijangkau.
Disinggung penyebab amblasnya tanah di lokasi tersebut, Tuan Gabus–sapaan akrab Kepala Pelaksana BPBD Loteng ini, mengaku pihaknya belum bisa dipastikan. Dibutuhkan penelitian lebih lanjut oleh ahli untuk mengetahui penyebab amblasnya tanah di lokasi tersebut. “Apakah ini mengarah ke likuifaksi atau karena faktor lingkungan dan sebagainya, belum bisa dipastikan. Karena butuh penelitian lebih lanjut,” tegasnya.


Dihubungi terpisah, Kepala Desa Kuta, Mirate berharap ada perhatian dari pemerintah daerah terhadap warga yang terdampak. Saat ini yang paling dibutuhkan warga yakni tempat relokasi yang aman. Mengingat, lokasi rumah warga sudah tidak aman untuk ditinggali lagi.


“Ada memang yang sudah pindah ke tanah miliknya di tempat lain. Namun ada juga yang belum memiliki alternative tempat relokasi, karena tidak memiliki lahan lagi. Sementara mau beli tanah, harga tanah di Kuta sangat mahal,” imbuhnya.


Tidak kalah penting antisipasi dan penanganan bagi warga yang tinggal di area hilir, mengingat, cukup banyak rumah warga di area tersebut. Jika lokasi tanah amblas tersebut longsor, hal itu bisa membahayakan warga yang tinggal di bawahnya. (kir)



IKLAN
Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN


Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM




VIDEO