Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemkab Sumbawa, memastikan tengah menyusun blueprint (cetak biru) atau rencana terperinci terkait rencana pengembangan kawasan ekonomi biru Samota yang akan diintegrasikan dengan kawasan ekonomi khusus (KEK).
“Kita akan perkuat di perencanaan dulu salah satunya dengan menyusun blueprint sehingga pengembangan yang dilakukan nanti selaras dengan program pemerintah baik di tingkat pusat, provinsi, dan daerah,” kata Kepala Bapperida Sumbawa, Dr. Deddy Heriwibowo, kepada Suara NTB, Rabu (25/3/2026).
Deddy melanjutkan, pengintegrasian kawasan tersebut dilakukan pemerintah supaya pengembangan yang dilakukan bisa berjalan bersamaan dan tidak boleh secara parsial. Bahkan eksploitasi yang dilakukan di kawasan tersebut harus diimbangi dengan konservasi.
“Kita sudah kordinasikan dengan Kepala Dispar Provinsi dan mereka juga sedang menyusun blueprint pariwisata di kawasan Samota termasuk dengan maskot hiu paus yang menjadi atensi mereka,” ucapnya.
Deddy meyakinkan, kajian ini menjadi landasan utama dalam pembagian peran dan kewenangan masing-masing pihak agar pengelolaan kawasan berjalan sinergis dan tidak menimbulkan konflik. Sehingga pengembangan ekonomi di sekitar lokasi tersebut bisa tumbuh secara bersamaan.
“Dalam penyusunan itu nanti akan terlihat dengan jelas keterlibatan stakeholder. Pemerintah Provinsi sudah pasti masuk, Kabupaten Sumbawa dan Dompu karena Samota ini melibatkan dua kabupaten,” ucapnya.
Ia menjelaskan, secara garis pantai, wilayah Teluk Saleh berada di Sumbawa karana ada 16 desa masuk di kawasan tersebut. Sementara di Kabupaten Dompu, kawasan yang terlibat meliputi wilayah Calabai hingga Tambora.
“Karena melibatkan lintas daerah, kami juga akan berkoordinasi dengan Provinsi NTB yang menjadi leading sektor dalam upaya pengembangan terhadap kawasan tersebut,” ucapnya.
Pengembangan kawasan ekonomi biru dan KEK Samota dinilai memiliki potensi besar, khususnya di sektor pariwisata dan kelautan. Teluk Saleh dikenal sebagai habitat hiu paus, ekosistem langka yang di Indonesia hanya terdapat di Teluk Cenderawasih dan Teluk Saleh.
“Substansi utama penyusunan blueprint untuk memperjelas sehingga pengelolaan Teluk Saleh tidak hanya berorientasi pada pembangunan ekonomi, tetapi juga menjamin kepastian tata kelola kawasan termasuk pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat,” tukasnya. (ils)

