WAKIL Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya menegaskan, daerah juga harus turut bersiap hadapi ancaman krisis akibat dari konflik global. Utamanya akibat perang Iran-Israel. Ancaman krisis terbesar adalah krisis energi, di mana bahan bakar minyak terbesar dunia berasal dari Timur Tengah.
Wabup Lotim menjawab Suara NTB di ruang kerjanya, Kamis (26/3/2026), menuturkan pemerintah pusat sudah memperingatkan sejak 2025 dan berlanjut 2026 dengan pemangkasan anggaran Rp405 miliar untuk Lotim. Efisiensi ini berlanjut sampai ke desa dengan pemangkasan dana desa. Desa sekarang menerima rata-rata dana desa sebesar Rp370 juta dari sebelumnya Rp1 miliar lebih. “Ini dari sisi keuangan daerah,” ucapnya.
Lebih jauh secara global, konflik di Timur Tengah saat ini diyakini akan menyebabkan kenaikan harga BBM di masa mendatang. Selain menunggu kebijakan Pemerintah Pusat, di daerah juga perlu beradaptasi akibat dari kenaikan harga BBM. BBM diakui Wabup menjadi pemicu utama terjadinya lonjakan harga sejumlah komoditas lainnya. Tidak terkecuali komoditas pangan dan energi listrik.
Gejolak global ini harapannya ke depan tidak terlalu berdampak buruk bagi ekonomi daerah. Keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengelola dapur-dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) bisa menjadi salah satu solusi atasi ancaman krisis.
Khusus di Lotim, saat ini sudah terdapat 243 dapur MBG. Jumlah dapur ini menyerap lebih dari 10 ribu tenaga kerja. Selama ini dilihat, lewat MBG ini telah membuat peredaran ekonomi cukup bagus. Edwin yang juga Ketua Partai Amanah Nasional (PAN) Lotim ini berkeyakinan MBG ini bisa menjadi penyelamat dari ancaman krisis.
Miliaran dana dari pusat masuk ke dapur-dapur MBG. Uang ini juga masuk menjadi penghasilan pekerja dapur MBG. Uang juga beredar ke supplier dan ke seluruh pemasok bahan baku dapur. “Tugas Pemda kemudian endalikan harga bahan baku itu, sdhingga daya beli tidak merosot,” ungkapnya.
Pemda sekarang juga sudah memiliki Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Langkah cepat tim terus digencarkan sehingga kemungkinan adanya lonjakan satu komoditi penting bisa langsung diatasi.
Langkah Bupati Lotim, H. Haerul Warisin bertemu langsung dengan PT Pertamina Persero terkait adanya indikasi kelangkaan elpiji menjadi salah satu cara responsif Pemda. Sehingga masalah elpiji ini sekarang sudah teratasi. “Elpiji ini kan sudah bisa dikendalikan,” sebutnya.
Meski terjadi ancaman akan terjadi krisis energi tetapi diyakini sebenarnya tidak akan terlalu berdampak besar bagi pangan. Warga Lotim juga sudah memiliki pengalaman panjang hadapi krisis. Saat krisis moneter 1997, pelaku UMKM disebut menjadi paling kuat bisa bertahan. Kemudian terjadi pandemi Covid-19 yang menyebabkan rantai pasok badan dan jasa terganggu sudah mampu juga dilalui.
Kekuatan ratusan MBG dengan sistem rantai pasok yang diyakini cukup kuat, akan mampu menghadapi tantangan krisis yang akan datang. Wabup menaruh harapan besar, dapur-dapur yang ada di Lotim tidak sampai ditutup.
“Dapur-dapur SPPG jangan sampai ditutup. Tidak ingin ada yang ditutup, dapur harus tetap beroperasi,” katanya.
Standar BGN sekarang makin tinggi. Masalah menu harus sesuai harga. Termasuk sekarang masalah limbah. BGN akan tetapkan limbah padat gunakan sistem sirkuler, harus dimanfaatkan limbah untuk pelihara maggot atau jadi pupuk. “Kalau itu tak dipenuhi, maka bisa ditutup dapurnya,” pungkasnya. (rus)

