Jumat, Maret 27, 2026

BerandaNTBSUMBAWASumbawa Dalami Kasus Kematian Lobster di KJA Pulau Bungin

Sumbawa Dalami Kasus Kematian Lobster di KJA Pulau Bungin

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Sumbawa memastikan tengah mendalami kasus kematian 5.000 ekor lobster yang terjadi di Keramba Jaring Apung (KJA) Pulau Bungin terhitung sejak bulan Februari 2026 lalu.

“Kita sudah lakukan kunjungan dan pengecekan ke lokasi setelah kita menerima laporan dari pembudidaya lobster untuk memastikan penyebab ribuan lobster mati mendadak,” kata Kadislutkan Sumbawa Rahmat Hidayat, kepada Suara NTB, Kamis (26/3).

Dayat melanjutkan, berdasarkan data ada sekitar 29 pembudidaya lobster yang terdampak, dengan jumlah kematian total mencapai 5.000 ekor. Kematian masif tersebut dimulai sejak pertengahan Februari hingga bulan Maret.

“Rata-rata kematian lobster berkisar antara 3-5 ekor per hari per karamba dengan taksiran kerugian mulai dari Rp10 juta hingga 50 juta rupiah per pembudidaya,” ucapnya.

Ia meyakinkan, berdasarkan hasil pengamatan morfologis di lobster melalui ciri fisik dugaan awal mengarah pada penyakit MHD (Milky Hemolymph Desease). Namun untuk memastikan penyebab kematian tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Balai Perikanan Budidaya Laut BPBL) Lombok untuk dilakukan pengujian laboratorium.

“Sampel air dan lobster sudah kita kirim untuk dilakukan pengujian di laboratorium BPBL Lombok untuk memastikan penyebab kematian ribuan lobster,” jelasnya.

Seraya mengimbau kepada pembudidaya untuk menjaga kebersihan karamba dan melakukan karantina/isolasi. Hal itu dilakukan untuk menyelamatkan lobster yang masih sehat sehingga para pembudidaya tidak semakin merugi.

“Kami sudah mengimbau kepada para pelaku budidaya untuk segera melakukan pemilihan. Sehingga lobster yang sehat bisa diselamatkan dan pelaku budidaya tidak semakin merugi,” tukasnya. (ils)

IKLAN
Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN


Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM




VIDEO