Sabtu, Maret 28, 2026

BerandaPENDIDIKANDemi Efisiensi dan Akselerasi Kendaraan Listrik, SMKN 3 Mataram Bidik Status Bengkel...

Demi Efisiensi dan Akselerasi Kendaraan Listrik, SMKN 3 Mataram Bidik Status Bengkel Konversi Grade A

Mataram (Suara NTB) – SMK Negeri 3 Mataram berkomitmen melakukan pemutakhiran sarana dan prasarana guna menaikkan status bengkel konversi kendaraan bermotor mereka menjadi grade A. Langkah strategis ini diambil untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Nusa Tenggara Barat (NTB) sekaligus memposisikan sekolah sebagai pusat pelatihan bagi sekolah-sekolah di wilayah sekitar.

Kepala SMKN 3 Mataram, Sulman Haris, menegaskan bahwa peningkatan status bengkel ini merupakan prioritas utama. Hingga saat ini, SMKN 3 Mataram tercatat telah berhasil mengonversi sebanyak 64 unit kendaraan konvensional menjadi kendaraan listrik.

Meski menunjukkan progres positif, Sulman mengakui adanya tantangan berat dalam menjaga konsistensi program. Beberapa kendala utama meliputi berkurangnya tenaga ahli serta lambatnya proses administrasi pengurusan BPKB kendaraan listrik.

Selain itu, transisi kepemimpinan di tingkat pemerintah daerah dalam beberapa tahun terakhir diakui sempat memecah fokus dukungan terhadap keberlanjutan program ini. Namun, pihak sekolah tetap bergerak mencari solusi.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak PLN, pihak Brida, termasuk Satlantas memastikan bahwa ini adalah satu persyaratan mutlak ketika dikonversi berapa lama, suratnya berapa lama, dan dipastikan agar masyarakat tidak ragu-ragu,” ujar Sulman.

Kepala Bengkel Konversi SMKN 3 Mataram, Rezal M. Jasin, menjelaskan saat ini posisi bengkel mereka masih berada di grade B. Status ini memiliki keterbatasan operasional yang signifikan: bengkel Grade B diizinkan melakukan konversi, namun tidak boleh melakukan uji kelayakan secara mandiri.

Akibatnya, setiap unit yang selesai dikonversi harus dikirim ke balai uji di Bekasi, Jawa Barat. Hal ini memicu pembengkakan biaya yang sangat tinggi bagi konsumen atau sekolah.

“Belum lagi jika unit dinyatakan tidak lulus, maka teknisi kami juga harus ikut mendampingi hingga proses uji selesai dan dinyatakan lulus uji, tentunya akan ada penambahan biaya lagi,” jelas Rezal.

Untuk mendapatkan legalitas menguji unit sendiri, bengkel harus naik ke Grade A. Namun, persyaratan ini memerlukan investasi besar karena sekolah harus menyediakan peralatan uji mandiri, seperti alat uji rem, yang harganya mencapai ratusan juta rupiah.

Selain alat, bengkel Grade A juga harus memiliki sampel tipe kendaraan yang telah lolos uji di balai pusat sebagai standar referensi.

“Kalau dinyatakan lulus, barulah kami berhak melakukan konversi dan pengujian mandiri di bengkel kami tapi khusus untuk type tersebut,” tambah Rezal.

Rezal berharap peningkatan kualifikasi ke Grade A ini segera terealisasi. Selain untuk menekan biaya, status tersebut akan mengukuhkan SMKN 3 Mataram sebagai pionir di wilayah timur.

“Hal ini penting guna mempercepat realisasi program konversi massal, sekaligus menjadikan bengkel kami sebagai referensi tempat uji untuk wilayah Indonesia bagian tengah dan timur,” pungkasnya. (sib)

IKLAN
Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN


Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM




VIDEO