Giri Menang (Suara NTB) – Kabupaten Lombok Barat (Lobar) dipilih menjadi lokasi belajar bagi mahasiswa dari perguruan tinggi luar negeri. Sebanyak 25 mahasiswa dari Saito University College, salah satu Perguruan Tinggi terkemuka di Malaysia melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional atau Inbound Mobility Program di 15 desa di Lobar.
Pada Jumat (27/3/2026), mereka diterima langsung oleh Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini di Ruang Rapat Jayengrana, Kantor Bupati Lobar. Program strategis ini merupakan hasil kolaborasi dan kerja sama Universitas Bima international (Unbim) dengan Saito University College Malaysia. Selain kedua kampus tersebut, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa dari beberapa universitas lainnya, Universitas Islam Al-Azhar (Unizar), STKIP Yapis Dompu, dan STIE Yapis Dompu.
Rektor Unbim, Apoteker Ajeng Dian Pertiwi, M.Farm., mengungkapkan bahwa para peserta akan ditempatkan di 15 desa yang tersebar di wilayah Kabupaten Lobar selama empat minggu. Program ini tidak hanya berfokus pada satu aspek, melainkan mencakup sektor yang sangat luas.
“Program-program yang ada tidak hanya meliputi tentang kesehatan dan pendidikan, tetapi kompleks. Ada kesehatan, pendidikan, pariwisata, hukum, lingkungan, dan juga terkait dengan UMKM,” jelasnya.
Pimpinan Yayasan Unbim, Dr. Syamsuriansyah, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Lobar. Ia berharap Pemda dapat menyerap hal-hal positif dari kehadiran mahasiswa internasional ini.
Kehadiran mahasiswa asing, khususnya dari Saito University College Malaysia, disambut hangat oleh Bupati Lobar, H. Lalu Ahmad Zaini. Bupati melihat kegiatan ini sebagai peluang emas untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal ke kancah internasional. “Kebetulan Sabtu kita akan merayakan Lebaran Topat. Saya mengundang adik-adik mahasiswa untuk ikut serta agar mereka mengenal budaya kita dan bisa menceritakannya saat kembali ke negaranya,” ujar Lalu Ahmad Zaini.
Ia berharap masyarakat setempat dapat memberikan kesan yang baik kepada para tamu internasional tersebut. Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa pengalaman mendalam akan menjadi alat promosi yang efektif bagi pariwisata Lobar. “Begitu kesan mendalam itu akan terus terkenang selama dalam kehidupannya, bahwa oh pernah ke sana dan sangat baik. Itu yang kita harapkan,” tambahnya.
Dosen perwakilan dari Saito University College, Dr. Miruna, menyatakan kegembiraannya bisa membawa mahasiswa Malaysia ke Lobar. Menurutnya, para mahasiswa sangat tertarik untuk mempelajari social work atau pelayanan komunitas secara langsung di tengah masyarakat desa.
“Bukan saja dari segi akademik, tetapi para pelajar Saito University College dari Malaysia mampu mempelajari budaya, cara-cara hidup masyarakat di Lombok yang sangat cantik dan orang-orangnya yang baik,” ungkap Dr. Miruna.
Salah seorang perwakilan mahasiswa Malaysia Ahmad Sahmi juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas sambutan hangat yang diberikan. Mereka berkomitmen untuk memberikan yang terbaik dan mengambil banyak pelajaran berharga dari setiap aktivitas yang dilakukan selama masa pengabdian di Lobar.
Dengan adanya sinergi antara akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat, program KKN Internasional ini diharapkan menjadi pijakan bagi kolaborasi yang lebih luas di masa depan serta memperkuat posisi Lobar sebagai destinasi edukasi dan pariwisata global. (her)

