Selong (Suara NTB) – Wakil Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Moh. Edwin Hadiwijaya menjelaskan, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Lotim pada tahun 2026 ini akan mengalami kemarau panjang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lotim pun mulai siaga untuk mengantisipasi kemungkinan besar terjadinya krisis air bersih utamanya di Lotim bagian Selatan.
Diketahui, Lotim bagian selatan meliputi wilayah Kecamatan Keruak dan Jerowaru setiap tahun langganan kekurangan air. Tahun 2026 ini diprediksi akan cukup panjang sehingga diperlukan langkah antisipasi
Upaya Pemkab Lotim mengatasi krisis air bersih di selatan secara permanen sudah dilakukan melalui pembangunan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Pantai Selatan. Proyek fisik SPAM diketahui telah menelan dana Rp120 miliar. Jumlah itu pun di luar dana untuk pemasangan jaringan perpipaan ke rumah-rumah penduduk.
Saat ini, jumlah debit air yang masuk ke sistem pengolahan yang dibangun di Kotaraja sebanyak 100 liter per detik. Meningkat dari saat diresmikan dulu hanya 50 liter per detik.
Air baku yang diolah menjadi air layak konsumsi itu sudah pula dialirkan ke Lotim selatan. Saat kemarau datang dihadapkan ketersediaan air bisa mencukupi. Pemkab Lotim siapkan juga alternatif lain dengan mengirimkan warga air bersih dengan pola lama.
Pemkab Lotim sudah alokasikan Biaya Tidak Terduga (BTT) yang kapanpun siap dikeluarkan untuk meringankan beban masyarakat. Mengingat banyaknya jumlah warga, Wabup menyatakan akan libatkan pihak swasta juga untuk ulur tangan bantu masyarakat.
“Pola lama ini masih kita akan gunakan kalau ada warga yang masih kekurangan air bersih,” ungkapnya.
Masalah krisis air bersih ini memang selama ini sebagian besar melanda wilayah Lotim bagian selatan. Untuk wilayah Lotim Utara masih bisa diantisipasi dengan banyaknya sumber air. Meski demikian, seperti sebelumnya jika masih ada warga di Utara uang juga mengalami kekurangan air bersih siap dibantu oleh pemerintah.
Wabup menambahkan, khusus penambahan jaringan berupa sambungan rumah ke warga warga di Selatan sudah diatensi Bupati Lotim H. Haerul Warisin. Diketahui pada tahun 2025 lalu Lotim alokasikan Rp 14 miliar untuk sambungan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Pada tahun ini, kembali akan akan dipasang sambungan rumah sekitar 2.000.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas Direktur PDAM Tirta Dharma Lotim, Sopyan Hakim menyebut sambungan sudah sepasang sekitar 3.400 ke wilayah Lotim selatan. Targetnya 10 ribu sambungan. Sisanya akan diselesaikan sscara bertahap.
Debit air dari jaringan SPAM Pantai Selatan katanya sekarang sudah cukup untuk menjangkau Sambungan Rumah. Masyakarat Lotim selatan yang sebelumnya krisis air bersih seperti di Ekas dan Seriwe sekarang sudah bisa menikmati air bersih dari SPAM Selatan ini. (rus)

