Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota Mataram mulai mempersiapkan pelaksanaan manasik, pengadaan seragam, serta tanda pengenal bagi jemaah calon haji (JCH) yang akan berangkat pada musim haji 2026. Namun, keterbatasan anggaran membuat pemerintah daerah hanya memprioritaskan penyediaan rompi dan syal sebagai identitas jemaah.
Asisten I Setda Kota Mataram, H. Lalu Martawang, mengatakan berbagai persiapan telah dilakukan secara bertahap, termasuk fasilitasi manasik serta penentuan model dan warna seragam.
“Kami sudah mulai menyiapkan manasik yang difasilitasi Pemkot Mataram. Termasuk seragam yang telah kami diskusikan bersama Kabag Kesra, sehingga sudah disepakati warna dan model rompi serta syal,” ujarnya, pekan lalu.
Ia menjelaskan, pemilihan model seragam dan atribut dilakukan berdasarkan pertimbangan bersama, termasuk masukan dari Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana. Selain itu, proses pengukuran seragam bagi masing-masing JCH juga telah dilakukan untuk mempercepat realisasi pengadaan.
Menurutnya, penggunaan rompi dipilih karena lebih fleksibel dalam penyesuaian ukuran jemaah. “Karena menggunakan rompi, ukurannya lebih fleksibel. Insya Allah warnanya tosca,” jelasnya.
Martawang menambahkan, perlengkapan lainnya akan disiapkan oleh Kementerian Haji dan Umrah. Sementara itu, Pemerintah Kota Mataram hanya memfasilitasi atribut identitas khusus sebagai penanda jemaah asal Mataram selama berada di Tanah Suci.
“Atribut seperti syal sangat penting untuk memudahkan identifikasi jemaah. Berdasarkan pengalaman, syal membantu ketika ada jemaah yang tersesat karena warnanya mudah dikenali,” tuturnya.
Sebelumnya, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Mataram, H. Amir Wisuda, mengatakan pemerintah daerah setiap tahun menyediakan perlengkapan bagi JCH berupa rompi atau jaket ringan dan syal.
Namun demikian, ia mengakui anggaran pengadaan seragam tahun 2026 masih terbatas. Untuk sementara, fasilitas yang diberikan hanya dua jenis, yakni rompi dan syal.
“Anggaran yang disiapkan sekitar Rp190 juta, dengan asumsi 750 jemaah,” katanya.
Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Haji dan Umrah, kuota JCH Kota Mataram meningkat menjadi 854 orang. Kondisi ini mengharuskan pemerintah daerah melakukan penyesuaian anggaran untuk memenuhi kebutuhan tambahan.
Karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan tim anggaran pemerintah daerah guna menambah alokasi pengadaan seragam.
“Penyesuaian harus segera dilakukan karena jika menunggu anggaran perubahan (ABT), waktunya masih cukup lama,” pungkasnya. (pan)

